ASN Kementerian ESDM didorong lanjutkan studi ke universitas top dunia

2 weeks ago 11
Namun, keberhasilan agenda strategis ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM), yang mampu menguasai bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM),

Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra mendorong aparatur sipil negara (ASN) Kementerian ESDM maupun putra-putri terbaik di sektor ESDM melanjutkan studi ke universitas top dunia.

Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, ​​​​Indonesia sedang mempercepat langkah menuju ketahanan energi dan hilirisasi melalui Astacita Nomor 2 dan Nomor 5.

"Namun, keberhasilan agenda strategis ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM), yang mampu menguasai bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM)," ujarnya saat audiensi dengan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas optimalisasi pengembangan talenta di sektor ESDM melalui skema beasiswa LPDP.

Baca juga: LPDP 2026 sediakan 5.750 beasiswa untuk genjot kualitas SDM

Hangga, yang juga merupakan alumni beasiswa LPDP tahun 2015 dan mantan Sekjen Organisasi Penerima Beasiswa LPDP (Mata Garuda) menekankan pentingnya konektivitas antara jaringan alumni global dengan kebutuhan institusi pemerintah.

"Kami berupaya menjembatani kerja sama antara universitas top dunia dengan Kementerian ESDM guna membawa pengetahuan yang bermanfaat bagi kemajuan industri nasional," katanya.

Sementara itu, Sudarto menyampaikan arah kebijakan baru LPDP mulai 2026 yang akan berfokus pada industrialisasi.

LPDP akan memberikan prioritas penuh pada bidang studi STEM terutama bagi pelamar yang diterima di 17 perguruan tinggi utama dunia (PTUD) seperti Harvard, MIT, Stanford, hingga Tokyo University.

Baca juga: Kepala BRIN tegaskan riset harus berdampak bagi pembangunan ekonomi

Sudarto juga menegaskan, SDM di sektor energi harus didorong untuk menguasai teknologi nuklir, kimia organik, hingga EBT agar Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.

Lebih lanjut, Sudarto membuka peluang kolaborasi melalui skema co-funding bagi ASN Kementerian ESDM yang membidik universitas prioritas di berbagai negara termasuk Prancis, Rusia, dan Jepang.

Ia mengajak BUMN di bawah naungan Kementerian ESDM seperti Pertamina, PLN, dan MIND ID untuk bersinergi melakukan open call beasiswa bersama LPDP.

Sinergi pendanaan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan beasiswa, sehingga ekosistem pendidikan tinggi nasional dapat mendukung efisiensi produksi industri dalam negeri.

Baca juga: Beasiswa LPDP Dokter Spesialis 2026 dibuka, ini jadwal dan syaratnya

Hangga menambahkan, arahan Kepala BPSDM Kementerian ESDM adalah memastikan para ASN di lingkungan kementerian ESDM mendapatkan akses informasi dan bimbingan yang memadai guna menembus program-program studi prioritas tersebut.

Hal ini sejalan dengan tugas LPDP sebagai badan yang mengelola Dana Abadi Pendidikan demi menjamin keberlangsungan pembangunan intelektual bangsa.

"Dengan orkestrasi yang tepat antara kebijakan kementerian dan pendanaan pendidikan diharapkan lahir generasi pemimpin ESDM yang mampu mewujudkan target hilirisasi dan ketahanan energi nasional," sebut Hangga.

Baca juga: UNAND tunggu kepastian kuota beasiswa negara berkembang 2026

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |