ASDP respons peningkatan arus kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk

3 hours ago 2

Banyuwangi (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons peningkatan arus kendaraan yang terus meningkat di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) khususnya truk logistik melalui langkah taktis dan kolaboratif lintas sektor.

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menyampaikan bahwa perusahaan mengedepankan penanganan terintegrasi untuk menjaga kelancaran penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk.

"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal," kata dia dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.

Baca juga: ASDP urai truk logistik di Pelabuhan Ketapang pascalebaran dengan TBB

Menurut Windy, dalam pelabuhan percepatan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur, dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang-roda dua, roda empat, dan bus, sedangkan dermaga 4 dan LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik.

"Skema ini efektif mengurangi mixing conflict, sehingga proses bongkar muat kap menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien," kata dia.

General Manajer PT ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko menjelaskan bahwa optimalisasi operasional juga dilakukan melalui penguatan ritme layanan kapal dan kesiapan fasilitas pendukung.

Baca juga: Otoritas Pelabuhan Ketapang operasikan 36 kapal urai kepadatan

"Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah, dan fokus kami adalah mempercepat waktu penyelesaian bongkar muat kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang," katanya.

Arief menambahkan, pengendalian volume kendaraan juga diperkuat melalui optimalisasi buffer zone, di area Pusri difungsikan khusus untuk menampung hingga 150 truk sumbu tiga, sementara buffer zone Bulusan mampu menampung sekitar 600 unit truk campuran.

"Langkah ini menjaga agar kepadatan tidak langsung terakumulasi di dalam kawasan pelabuhan," ujarnya.

Hingga Jumat (3/4), antrean kendaraan dari arah utara (Situbondo-Banyuwangi) terpantau mencapai sekitar 7 km dari pintu masuk pelabuhan, didominasi kendaraan logistik. Meski demikian, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak dengan waktu tempuh berkisar 20 hingga 35 menit.

Baca juga: ASDP Ketapang operasikan 34 kapal urai kepadatan pada arus balik

Baca juga: ASDP Ketapang terapkan skenario sangat padat pada arus balik H+7

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |