AS soal BoP: Krisis Gaza tak bisa diselesaikan lembaga global yang ada

6 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan bahwa krisis di Gaza bersifat sangat unik dan sejauh ini tidak dapat diselesaikan oleh lembaga-lembaga internasional yang saat ini sudah ada.

Pernyataan tersebut disampaikan Rubio saat menyampaikan visi strategis Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dalam pertemuan perdana dewan tersebut yang digelar di Washington DC, sebagaimana dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis.

“Ini adalah krisis yang sangat unik di Gaza, yang tidak dapat diselesaikan atau dipecahkan oleh lembaga-lembaga internasional yang ada. Situasi ini membutuhkan solusi yang sangat spesifik, yang memerlukan kemitraan dari semua negara yang hadir di sini, termasuk mereka yang hadir sebagai pengamat,” ujar Rubio.

Dia menuturkan bahwa pertemuan perdana anggota BoP terlaksana berkat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dinilainya memiliki kemampuan sekaligus kemauan untuk menggunakan kekuasaan jabatannya guna membuat terobosan dalam mencari solusi untuk Gaza.

Rubio selanjutnya menilai situasi di Gaza saat ini mustahil untuk diselesaikan dengan pendekatan lama atau melalui struktur yang sudah ada. Oleh sebab itu, inisiator BoP meminta persetujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membentuk kelompok tersebut, serta mengumpulkan berbagai negara guna merumuskan solusi yang sangat spesifik bagi Gaza.

“Kita masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini akan membutuhkan kontribusi dari setiap negara yang diwakili di sini hari ini,” ucap Rubio.

“Kami berterima kasih atas keterlibatan Anda, dan kami berharap ini dapat menjadi model bagi situasi-situasi kompleks dan sulit lainnya agar dapat diselesaikan dengan cara yang sama,” katanya kepada perwakilan pemerintah dari berbagai negara yang hadir.

Menegaskan visi BoP, Rubio menyatakan kelompok tersebut harus memastikan langkah yang diambil tepat dan tidak memiliki rencana alternatif. Menurut dia, rencana cadangan berarti kembali ke perang, sesuatu yang tidak diinginkan siapa pun.

“Rencana A, satu-satunya jalan ke depan, adalah membangun kembali Gaza dengan cara yang menciptakan perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan, di mana semua orang dapat hidup berdampingan tanpa harus khawatir kembali pada konflik, perang, penderitaan manusia, dan kehancuran,” ucap Menlu AS itu.

Baca juga: RI akan ungkit isu Tepi Barat Palestina dalam pertemuan BoP

Baca juga: RI tegaskan BoP harus selaras dengan DK PBB demi perdamaian Palestina

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |