Merawat Jembatan Ampera sebagai tempat wisata ramah wisatawan

3 hours ago 1

Palembang (ANTARA) - Bagi siapa saja yang pernah menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya, Jembatan Ampera bukan sekadar konstruksi baja yang menyambung dua sisi Sungai Musi.

Ia adalah urat nadi, saksi sejarah, sekaligus ruang rindu bagi setiap perantau dan pelancong. Namun, keelokan sang ikon tempat pelesiran itu, belakangan sempat terusik oleh tangan-tangan jahil dari hilangnya besi pembatas trotoar, hingga keluhan akibat parkir liar.

​Bergerak cepat dari keresahan itu, Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, kini merajut kembali kenyamanan di atas jembatan merah tersebut.

Wajah Ampera sedang bersolek, bertransformasi menjadi objek wisata yang jauh lebih ramah, aman, dan hangat bagi siapa saja yang datang berkunjung.

​"Palembang adalah kota yang kaya sejarah dan budaya. Karena itu, keamanan pengunjung adalah prioritas. Kami ingin setiap orang yang datang merasa nyaman dan membawa pengalaman positif," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

​"Mata" yang menjaga

​Menikmati angin sepoi-sepoi Sungai Musi dari atas trotoar Ampera, kini terasa lebih tenang. Langkah Pemkot Palembang memasang enam titik kamera pengintai (CCTV) di sepanjang jembatan menjadi jawaban atas kecemasan warga.

​Jika dulu kamera hanya menyorot bagian tengah, kini sudut-sudut rawan di areal hulu dan hilir jembatan tak luput dari pengawasan digital selama 24 jam penuh. Langkah ini terbukti ampuh mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas dan aksi vandalisme yang sempat merusak estetika jembatan.

​Rasa aman ini kian lengkap dengan hadirnya personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bersiaga secara bergantian. Menariknya, pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah itu lebih humanis. Salah satunya terlihat dari cara petugas menertibkan para konten kreator yang kerap melakukan siaran langsung pada malam hari.

​Pemerintah tidak melarang kreativitas mereka yang turut mempromosikan keindahan Ampera di media sosial. Sambil mengedukasi, petugas hanya mengarahkan agar mereka memarkir kendaraan di kantong parkir resmi berbasis barcode yang aman, sehingga jalur trotoar dan jalan tetap lengang bagi pejalan kaki serta pengendara lain.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |