Washington (ANTARA) - Angkatan Laut Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap garis pantai dan pelabuhan Iran, bukan terhadap Selat Hormuz, kata Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine pada Kamis.
“Perlu saya tegaskan. Blokade ini berlaku untuk semua kapal, tanpa memandang kewarganegaraan, yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran. Tindakan AS ini merupakan blokade terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran, bukan blokade terhadap Selat Hormuz,” kata Caine dalam konferensi pers.
Jenderal itu mengatakan bahwa langkah tersebut akan meluas ke perairan teritorial Republik Islam Iran serta perairan internasional di wilayah tanggung jawab lainnya, seperti Samudra Pasifik.
“Di bawah komando Laksamana Paparo, kami akan secara aktif mengejar setiap kapal berbendera Iran atau kapal mana pun yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran. Ini termasuk kapal armada gelap yang mengangkut minyak Iran,” tambah Caine.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Kemudian pada 11 April, Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan Teheran mengenai gencatan senjata selama dua pekan.
Namun pada 12 April, kepala delegasi AS, Wakil Presiden JD Vance, mengatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi tersebut.
Delegasi AS kembali ke negaranya tanpa kesepakatan.
Selanjutnya, Trump mengumumkan blokade terhadap semua kapal yang melintas untuk masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: RI dorong dialog AS-Iran berlanjut untuk capai kesepakatan
Baca juga: Iran ancam blokir ekspor dan impor Teluk jika AS teruskan blokade
Baca juga: Kemlu tindaklanjuti sinyal positif Iran soal 2 kapal tanker Pertamina
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































