AS akan bantu Venezuela cairkan aset beku untuk pemulihan pasca-gempa

1 month ago 22

Washington (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat bersama Pemerintah Venezuela sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk mencairkan aset keuangan yang dibekukan senilai miliaran dolar, menurut laporan Bloomberg pada Jumat.

Upaya itu untuk membantu rekonstruksi pasca-gempa di Venezuela dan meringankan beban keuangan yang ditanggung para pembayar pajak AS, demikian disebutkan dalam laporan tersebut.

AS telah menjanjikan bantuan pasca-gempa senilai lebih dari $380 juta (sekitar Rp6,8 triliun) kepada Venezuela.

Pada 24 Juni, dua gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo melanda Venezuela. Setelah bencana tersebut, pihak berwenang Venezuela mengumumkan keadaan darurat dan komunitas internasional mengirimkan tim penyelamat serta misi kemanusiaan ke negara tersebut.

Pada awal Juli, Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan akan menghubungi Dana Moneter Internasional (IMF) untuk meminta pencairan dana guna membantu para korban gempa bumi dan membangun kembali infrastruktur yang rusak.

Rodriguez mengumumkan pada 17 Juli bahwa negara tersebut telah menarik dana sebesar $346 juta (sekitar Rp6,2 triliun) dari dana cadangan IMF.

Rodriguez juga menyatakan niatnya untuk mengirim surat kepada Pemerintah Inggris dan Raja Charles III guna meminta pengembalian 31 ton emas Venezuela yang ditahan di brankas Bank of England sejak 2018 akibat sanksi terhadap Venezuela.

Pada Kamis (23/7), Bank Dunia memperkirakan kerusakan fisik yang terdampak langsung akibat gempa bumi dahsyat tersebut mencapai $19,6 miliar (sekitar Rp351,5 triliun).

Sumber: Sputnik

Baca juga: Korban meninggal gempa Venezuela bertambah, kini capai 5.346

Baca juga: AS usulkan persidangan Presiden Maduro dimulai Juni 2027

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |