Araghchi ancam Trump jika gunakan aset Iran untuk ganti rugi

1 month ago 20
yang akan terjadi tidak akan berlangsung ... damai

Brussel (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengecam rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan menggunakan aset Iran yang dibekukan untuk membayar potensi kerugian kapal dan muatan di Selat Hormuz akibat serangan militer.

"Menyita aset negara lain untuk membayar klaim yang tidak terkait merupakan preseden yang berbahaya. Mereka yang merayakan atau mengambil keuntungan dari dana tersebut harus ingat bahwa begitu pemerintah melegitimasi penyitaan, maka tidak ada aset milik siapa pun yang aman. Kekacauan yang akan terjadi tidak akan berlangsung indah atau damai," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di platform X, Jumat.

Pernyataan Araghchi itu muncul setelah Trump mengatakan pada Kamis (23/7) bahwa AS akan menggunakan dana Iran yang sudah berada di bawah kendali Washington untuk mengganti kerugian atas kerusakan apa pun yang menimpa kapal, muatan, atau aset terkait di Selat Hormuz.

"Segala bentuk kerusakan, yang menimpa kapal, muatan, atau apa pun yang terkait dengannya, akan diganti rugi menggunakan dana Iran yang berada dalam kepemilikan dan kendali Amerika Serikat," kata Trump di platform Truth Social miliknya.

Trump tidak menjelaskan secara rinci soal sumber dana yang dimaksud, tetapi aset Iran senilai miliaran dolar AS masih dibekukan akibat sanksi Amerika Serikat.

Perselisihan terbaru terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, di mana kedua belah pihak terlibat dalam serangkaian serangan dan aksi balasan di kawasan tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran: Aset senilai 6 miliar dolar AS yang dibekukan di Qatar akan dicairkan

Baca juga: Tanker meledak saat berusaha lewat Selat Hormuz penuh ranjau

Baca juga: AS dan Qatar kaji cairkan aset Rp106,9 triliun milik Iran

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |