APPMI ajak desainer jaga warisan budaya sebagai identitas berkarya

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengajak para desainer Indonesia untuk terus menjadikan warisan budaya sebagai identitas dalam berkarya. Menurutnya, fesyen Indonesia harus memiliki ciri khas yang berakar pada kekayaan budaya atau heritage Nusantara.

"Fashion Indonesia harus memiliki identitas Indonesia yang mendasarkan heritage Nusantara," kata Ketua APPMI Poppy Dharsono dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta, Minggu.

Poppy mengatakan APPMI melalui Indonesia Fashion Week memberikan ruang bagi desainer yang memiliki kesungguhan dalam berkarya dan kecintaan terhadap produk Indonesia.

Pihaknya tidak semata-mata mempromosikan desainer yang sudah mapan, melainkan mereka yang terus berkarya dan membangun karier.

"Kita justru mempromosikan desainer yang memiliki kesungguhan dalam bekerja, cinta kepada produk Indonesia, dan terus-menerus sampai hari ini berkarier. Dan itulah yang harus kita terus dukung, diberikan panggung," ujarnya.

Baca juga: APPMI ajak kenalkan warisan budaya lewat fesyen berkelanjutan

Baca juga: APPMI: Industri fesyen bisa berikan nilai tambah pada produk kerajinan

Karya Desainer Torang Sitorus bersama Poppy Dharsono yang menampilkan kekayaan ulos dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (2/8/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Poppy juga menilai penampilan karya dari Sumatera Utara yang didukung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan perkembangan yang semakin baik dari tahun ke tahun.

Dalam penutupan BTN Indonesia Fashion Week 2026, Poppy mengatakan selama lima hari penyelenggaraan ajang tersebut publik telah menyaksikan kreativitas, pertemuan ide, inovasi, serta kolaborasi yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan mode di kawasan dan dunia.

Melalui tema Ulos Simetria, kata dia, masyarakat diajak memahami bahwa kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya. Menurutnya, tradisi dan inovasi bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi untuk membangun masa depan industri mode Indonesia.

Karya Desainer Torang Sitorus bersama Poppy Dharsono yang menampilkan kekayaan ulos dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (2/8/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Poppy juga mengajak industri mode Indonesia untuk mengembangkan fesyen yang bertumpu pada warisan budaya bangsa. Menurutnya, kekayaan warisan budaya Indonesia merupakan kekuatan yang tidak mudah ditiru dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para perajin serta artisan Indonesia.

"Kita menciptakan fesyen berdasarkan heritage kita yang tidak mungkin gampang ditiru. Intinya heritage kita, artinya warisan dari nenek moyang kita, bisa menjadi tambang bagi para perajin, para artisan Indonesia, yang nantinya kalau kita terus-terusan seperti ini akan memberikan kemakmuran bagi mereka," katanya.

Di akhir sambutannya, Poppy menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan BTN Indonesia Fashion Week 2026.

Baca juga: Kemenekraf gandeng APPMI pacu fesyen nasional jadi penggerak ekonomi

Baca juga: APPMI imbau jangan banyak flexing barang mewah di media sosial

Baca juga: APPMI sebut sewa tas mewah bentuk adaptasi gaya hidup cerdas

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |