Jakarta (ANTARA) - Ikan asin kerap dipandang sebelah mata karena identik dengan kandungan garam yang tinggi. Namun di balik rasanya yang khas dan cara pengolahannya yang sederhana, makanan ini masih menjadi bagian dari pola makan banyak masyarakat.
Pertanyaannya, apakah konsumsi ikan asin benar-benar bermanfaat bagi kesehatan tubuh? Untuk menjawabnya, perlu melihat kandungan gizi, serta pola konsumsinya agar manfaat dan risikonya bisa dipahami secara seimbang.
Berikut ini kandungan ikan asin, batasan konsumsinya, dan manfaat yang didapatkan untuk kesehatan tubuh. Informasi ini dirangkum dari berbagai sumber.
Kandungan nutrisi ikan asin
Meski sering dianggap sebagai lauk sederhana, ikan asin ternyata tetap menyimpan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam setiap 100 gram ikan asin, terdapat berbagai nutrisi penting, mulai dari energi sekitar 193 kilokalori, protein tinggi mencapai 42 gram, hingga lemak yang relatif rendah, yakni sekitar 1,5 gram. Ikan asin juga tidak mengandung karbohidrat.
Selain itu, ikan asin mengandung mineral seperti kalsium sekitar 200 miligram dan fosfor kurang lebih 300 miligram yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Kandungan zat besinya mencapai sekitar 3 miligram, yang membantu pembentukan sel darah merah.
Tak ketinggalan, terdapat pula vitamin B1 meski dalam jumlah kecil, sekitar 0,01 miligram. Dengan komposisi gizi tersebut, konsumsi ikan asin dalam porsi yang wajar tetap dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh.
Manfaat ikan asin untuk kesehatan
1. Menjaga kesehatan gigi dan tulang
Ikan asin mengandung kalsium dan fosfor dalam jumlah cukup tinggi. Kedua mineral ini berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi, membantu pertumbuhan tulang selama masa perkembangan, mencegah gangguan tulang, serta memperkuat struktur tulang agar tidak mudah rapuh.
2. Membantu proses penyembuhan luka
Kandungan zat besi dalam ikan asin dapat membantu mempercepat pemulihan luka. Zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah yang mendukung proses regenerasi jaringan. Namun, manfaat ini perlu diperhatikan bagi penderita hemofilia karena kondisi tersebut memerlukan penanganan khusus.
3. Meningkatkan daya tahan tubuh
Ikan asin mengandung vitamin B12 yang berperan dalam produksi sel darah merah. Sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh dan membantu menjaga sistem imun tetap optimal, sehingga tubuh lebih tahan terhadap serangan penyakit.
4. Mendukung pemulihan tubuh setelah sakit
Kandungan protein pada ikan asin berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat luka atau penyakit. Protein juga membantu pembentukan sel baru serta memperkuat sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan infeksi.
5. Menambah energi untuk aktivitas harian
Vitamin B12 dan protein dalam ikan asin membantu proses metabolisme, yaitu mengubah makanan menjadi energi. Dengan metabolisme yang baik, tubuh memiliki cukup tenaga untuk menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.
6. Meningkatkan nafsu makan
Cita rasa gurih dan aroma khas ikan asin sering kali mampu membangkitkan selera makan. Hal ini bermanfaat bagi orang yang sedang dalam masa pemulihan atau mengalami penurunan nafsu makan, sehingga asupan nutrisi tetap terpenuhi.
7. Mendukung pembentukan dan kekuatan otot
Protein dalam ikan asin berperan dalam pembentukan serta pemeliharaan massa otot. Manfaat ini penting bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, orang dewasa yang aktif bergerak, hingga lansia agar otot tetap kuat dan tidak mudah lemas.
8. Berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung
Sebagai ikan laut, ikan asin masih mengandung asam lemak Omega-3 meskipun jumlahnya berkurang akibat proses pengasinan. Omega-3 berperan dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), menjaga fungsi otak, serta mengurangi peradangan.
Batasan konsumsi ikan asin yang perlu diperhatikan
Meski memiliki sejumlah manfaat, ikan asin sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan garam yang tinggi menjadi alasan utama mengapa makanan ini perlu dibatasi agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Secara umum, ikan asin dianjurkan dikonsumsi tidak lebih dari 1–2 kali dalam seminggu dengan porsi kecil. Mengonsumsi terlalu sering dapat meningkatkan asupan natrium yang berisiko memicu tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, serta masalah jantung.
Selain itu, penderita hipertensi, penyakit ginjal, gangguan jantung, dan asam lambung disarankan lebih berhati-hati atau membatasi konsumsi ikan asin. Ibu hamil dan lansia juga perlu mengontrol asupan garam harian agar tetap dalam batas aman.
Untuk mengurangi kadar garam, ikan asin sebaiknya direndam terlebih dahulu dalam air sebelum dimasak. Mengolahnya dengan cara direbus atau ditumis ringan, serta mengombinasikannya dengan sayuran segar, dapat membantu menyeimbangkan kandungan gizinya. Dengan porsi yang tepat dan cara pengolahan yang baik, ikan asin tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.
Baca juga: Gibran blusukan ke pasar Pontianak, belanja pakis hingga ikan asin
Baca juga: Polisi gagalkan paket ganja 12 kg berbungkus ikan asin di Jakpus
Baca juga: Harga ikan teri asin di Pulau Pasaran Bandarlampung menurun
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































