Angkatan Udara Pakistan serang tangki bahan bakar maskapai Afghanistan

3 hours ago 2

Moskow (ANTARA) - Angkatan Udara Pakistan melakukan serangan udara semalam terhadap tangki bahan bakar maskapai Afghanistan, Kam Air, di bandar udara Kandahar di Afghanistan selatan, kata juru bicara pemimpin tertinggi Afghanistan, Zabihullah Mujahid, pada Jumat.

“Rezim militer Pakistan menyerang tangki bahan bakar milik maskapai swasta Kam Air di dekat bandara Kandahar,” tulis Mujahid di platform media sosial X.

Kam Air memasok bahan bakar untuk maskapai sipil dan pesawat Perserikatan Bangsa Bangsa, ucap juru bicara tersebut.

“Sebuah tangki bahan bakar milik pengusaha nasional Haji Khanzadeh juga terkena serangan Angkatan Udara Pakistan,” tambahnya.

Provinsi-provinsi Afghanistan, termasuk Kabul, Kandahar, Paktia, dan Paktika, mengalami serangan pada malam haru dengan kerugian sipil yang berat, kata Mujahid. Kabul mengecam keras tindakan Pakistan, tambahnya.

“Tindakan barbar rezim Pakistan di hari-hari terakhir bulan suci Ramadan adalah tidak manusiawi dan akan menghadapi konsekuensi,” ucap juru bicara tersebut.

Minggu lalu, Pakistan melakukan serangan udara terhadap tempat persembunyian diduga militan di provinsi Nangarhar dan Paktika. Menurut pihak berwenang Afghanistan, puluhan warga sipil tewas dan luka-luka akibat serangan tersebut.

Pada 26 Februari, Afghanistan melancarkan operasi militer terhadap pangkalan-pangkalan Pakistan di sepanjang Garis Durand, perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan yang tidak diakui oleh Kabul, sebagai respons terhadap pemboman tersebut.

Pakistan kemudian mengumumkan peluncuran Operasi Ghazab lil Haq sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai “penembakan tanpa provokasi” oleh Afghanistan di beberapa sektor perbatasan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: PBB serukan kembali penghentian perang Afghanistan-Pakistan

Baca juga: Pesawat jet Pakistan ditembak jatuh di Afghanistan, pilot ditangkap

Baca juga: Afghanistan serukan dialog damai di tengah bentrokan dengan Pakistan

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |