Anggota DPRD Jabar dorong pemerintah stabilkan harga telur dan ayam

1 day ago 5
Kami mendorong instansi perdagangan untuk terus melakukan langkah-langkah bagaimana menstabilkan kembali harga telur dan ayam yang saat ini anjlok. Pemerintah pusat juga saya kira tidak mungkin diam

Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri mendorong pemerintah mempercepat langkah stabilisasi harga telur dan ayam yang mengalami penurunan di tingkat peternak agar keberlangsungan usaha peternakan tetap terjaga.

Saeful Bachri di Bandung, Kamis, mengatakan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah pusat telah berupaya melakukan berbagai langkah untuk mengembalikan stabilitas harga komoditas unggas melalui koordinasi dengan instansi terkait.

"Kami mendorong instansi perdagangan untuk terus melakukan langkah-langkah bagaimana menstabilkan kembali harga telur dan ayam yang saat ini anjlok. Pemerintah pusat juga saya kira tidak mungkin diam," katanya.

Menurut dia, salah satu faktor penurunan harga dipengaruhi oleh penyerapan yang belum optimal akibat meningkatnya jumlah peternak yang membuat pasokan telur dan ayam di pasaran semakin melimpah.

Selain itu, ia mengatakan peningkatan produksi dari peternak di berbagai daerah membuat pasokan telur dan ayam di pasaran melimpah sehingga memengaruhi harga jual di tingkat peternak.

"Pasokan melimpah untuk ayam pedaging dan telur ayam. Ditambah pasokan dari Jawa Tengah dan Banten masuk ke Kabupaten Bandung sehingga harga turun," ujarnya.

Saeful mengungkapkan harga telur di pasar saat ini berkisar Rp22.500 per kilogram, sedangkan di tingkat peternak dapat turun hingga sekitar Rp20.000 per kilogram.

Baca juga: Ketua Komisi III DPRD Jabar dorong pemprov perkuat iklim investasi

Angka tersebut berada di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai sekitar Rp23.500 per kilogram.

Ia berharap pemerintah terus memperkuat langkah stabilisasi, termasuk mengoptimalkan penyerapan hasil peternak serta memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan agar keseimbangan pasokan dan permintaan dapat terjaga.

"Kita harapkan pemerintah turun tangan cepat mengambil langkah. Kasihan peternak, apalagi harga pakan naik," katanya.

Dirinya berharap langkah-langkah yang tengah disiapkan pemerintah, termasuk penguatan koordinasi lintas instansi dan optimalisasi berbagai program penyerapan hasil peternak, dapat segera berdampak pada pemulihan harga telur dan ayam.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menyiapkan pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) bersubsidi di seluruh desa dan kelurahan pada 31 kecamatan untuk menstabilkan harga bahan pokok.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan program tersebut masih dimatangkan bersama Kementerian Dalam Negeri agar skema intervensi pasar berjalan efektif, tepat sasaran dan menjangkau seluruh wilayah.

Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah daerah kini sedang menghitung kebutuhan dan sebaran titik pelaksanaan OPM agar manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Ia memastikan distribusi bantuan pangan dengan memasok langsung bahan pokok dari peternak atau pemasok langsung, terutama telur dan daging ayam, guna memastikan harga dari hulu tetap stabil.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bandung memastikan program pasar murah dengan subsidi hingga 50 persen akan terus digulirkan guna menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.

Baca juga: DPRD Jabar dorong pemda manfaatkan libur sekolah tingkatkan ekonomi

Baca juga: DPRD Jabar dorong pemerataan investasi di kawasan Rebana

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |