Anggota DPR: Kolaborasi CBL-IBC perkuat ekosistem baterai EV di RI

2 weeks ago 11
...Kami merasa bersyukur ada perusahaan yang bergerak secara terintegrasi dari hulu ke hilir

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi melalui kerja sama antara Joint venture Contemporary Amperex Technology Co., Limited/CATL-Brunp-Lygend (CBL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC).

Ia mengapresiasi langkah ketiga perusahaan itu yang membangun industri secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Kami merasa bersyukur ada perusahaan yang bergerak secara terintegrasi dari hulu ke hilir," kata Rokhmat dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Proyek itu dirancang untuk membangun rantai pasok baterai EV secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, mencakup manufaktur, pengolahan material, hingga daur ulang.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem baterai global.

Direktur Utama CBL Indonesia Wu Zhihui mengatakan kerja sama itu merupakan bentuk komitmen CBL dan CATL Group untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kawasan penting dalam ekosistem industri baterai kendaraan listrik di dunia.

Baca juga: Pabrik baterai EV di Karawang ditargetkan mulai operasi pada Q3 2026

"Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun rantai pasok baterai yang terintegrasi di Indonesia, dari manufaktur hingga daur ulang, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam ekosistem baterai global," ujar Wu.

Proyek tersebut juga dipandang sejalan dengan agenda hilirisasi industri dan transisi energi nasional, sekaligus membuka peluang transfer teknologi, pengembangan kapasitas industri dalam negeri serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dukungan kebijakan dan pengawasan DPR menjadi faktor penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai arah pembangunan nasional.

Selain itu, Wu juga mengapresiasi kepada Komisi XII DPR RI atas dukungan yang diberikan sejak tahap awal proyek, termasuk kehadiran anggota DPR dalam acara groundbreaking kerja sama CBL-IBC-ANTAM di Karawang, Jawa Barat pada Juni 2025.

"Dukungan Komisi XII DPR RI sejak tahap awal proyek menjadi faktor penting bagi kelancaran dan keberlanjutan pengembangan industri baterai ini," katanya.

Baca juga: Changan dan CATL luncurkan EV baterai sodium-ion pertama di dunia

Secara global, konsorsium itu memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan rantai pasok baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk teknologi daur ulang baterai pascapakai.

"Pengalaman dan teknologi tersebut ingin kami bawa ke Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujar Wu.

Sedangkan, Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menekankan pentingnya dukungan regulasi dan insentif untuk mendorong pengembangan industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di Indonesia.

"Jadi, IBC dan partner IBC berkomitmen membangun value chain baterai ini secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga kami berharap ada privilege dalam perhitungan TKDN dari produk kami nanti," ujar Aditya.

Diketahui, dalam proyek itu, PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) berperan sebagai perusahaan patungan antara IBC dan konsorsium CBL yang berlokasi di Karawang serta menjadi bagian penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik nasional.

Pengembangan fasilitas manufaktur baterai di Karawang saat ini terus menunjukkan kemajuan dan ditargetkan memasuki tahap operasional pada kuartal III 2026, seiring penguatan ekosistem baterai EV terintegrasi di Indonesia.

Baca juga: Antam-IBC-Huayou komitmen perkuat ekosistem baterai EV di Indonesia

Baca juga: Penerapan insentif EV berdasarkan jenis baterai dinilai menguntungkan

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |