Akademisi Mpu Kuturan amati peningkatan minat anak muda bangun UMKM 

3 hours ago 1

Singaraja, Bali (ANTARA) - Akademisi institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja Bali Duwi Oktaviana mengamati minat anak muda di daerah itu untuk membangun usaha mikro kecil menengah (UMKM) mulai meningkat di tengah iklim kota tersebut sebagai kota pendidikan.

"Pandangan saya sebagai akademisi bahwa peningkatan tren kewirausahaan di kalangan generasi muda Singaraja merupakan dampak dari perkembangan ekosistem digital dan meningkatnya akses terhadap informasi bisnis telah mendorong munculnya generasi wirausaha baru yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar," kata Duwi Oktaviana di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu.

Duwi yang juga Kepala Program Studi Manajemen Ekonomi Fakuktas Dharma Duta menjelaskan generasi muda saat ini tidak lagi memandang pekerjaan formal sebagai satu-satunya pilihan karier.

Banyak di antara mereka yang mulai berani membangun usaha sejak masih menempuh pendidikan dengan memanfaatkan media sosial, platform perdagangan elektronik, dan berbagai aplikasi digital untuk memasarkan produk maupun jasa.

"Jika dibandingkan beberapa tahun lalu, minat generasi muda untuk berwirausaha mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mereka lebih kreatif dalam melihat peluang pasar dan berani memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Coba amati beberapa sudut Kota Singaraja yang mulai ramai dengan pusat makanan dan juga kedai kopi dari kecil hingga besar," kata dia.

Baca juga: Dekranasda fasilitasi IKM dan UMKM gratis di Pesta Kesenian Bali

Baca juga: BPD Bali salurkan Rp13,51 triliun kredit kepada debitur UMKM

Ia menjelaskan tren tersebut juga terlihat dari bertambahnya jumlah usaha rintisan yang digeluti anak muda, baik secara individu maupun kelompok di Kota Singaraja.

Bahkan. bidang usaha yang berkembang tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan, tetapi juga mencakup ekonomi kreatif, kerajinan, hingga usaha berbasis kearifan lokal Bali.

Duwi menambahkan, meningkatnya minat anak muda membangun usaha melalui UMKM sesuai dengan teori ekonomi dipengaruhi oleh perubahan orientasi kerja generasi muda yang semakin mengutamakan kemandirian, fleksibilitas, kreativitas, dan peluang pengembangan diri.

Ia memaparkan teori yang ada menjelaskan keputusan seseorang untuk menjadi wirausaha ditentukan oleh sikap positif terhadap kewirausahaan, dukungan lingkungan sosial, dan keyakinan terhadap kemampuan dirinya.

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memperkuat ketiga faktor tersebut sehingga mendorong generasi muda melihat UMKM sebagai pilihan karier yang menjanjikan.

Dengan meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia usaha, dia mengaku optimistis Kota Singaraja memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan kewirausahaan muda di Bali Utara.

"Oleh karenanya ke depan diperlukan dukungan ekosistem yang kondusif, bantuan permodalan, serta kolaborasi lintas sektor diyakini akan semakin memperkuat pertumbuhan pelaku usaha muda yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing," kata dia.

Perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya kewirausahaan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kami saat ini di kampus juga mendorong hal itu. Dimana ada pula pusat kewirausahaan di IAHN Mpu Kuturan Singaraja," katanya.

Berbagai program inkubasi bisnis, pelatihan kewirausahaan, serta pendampingan usaha dapat menjadi sarana untuk memperkuat kompetensi generasi muda dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan terutama untuk anak-anak di Prodi Manajemen Ekonomi.

Baca juga: Creators lab wadah kaum muda berwirausaha secara daring

Baca juga: Konferensi bisnis kecerdasan buatan kumpulkan UMKM muda di Bali

Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |