Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat mengakui dirinya belum mengetahui rencana pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
"Belum, belum tahu saya," kata AHY saat ditemui setelah menghadiri acara open house atau gelar griya Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Rabu.
Namun, dia memastikan bahwa sang ayah, SBY, sendiri telah bertemu dengan Prabowo saat menghadiri open house atau gelar griya di Istana Merdeka dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah (31/3).
"Yang jelas,.Pak SBY dan Pak Prabowo sempat bersilaturahim di hari pertama lebaran setelah salat ied, open house di Istana," ucapnya.
Baca juga: SBY hingga JK hadiri gelar griya Idul Fitri 1446 H di Istana Merdeka
Dia memandang bahwa pertemuan para pemimpin bangsa sedianya dapat membawa kesejukan di tengah masyarakat.
"Saya rasa adem ya, semua para pemimpin kita kalau bisa terus menjalin hubungan yang baik, terutama di hari bahagia seperti lebaran ini. Saya rasa akan memberikan energi positif untuk semua, untuk bangsa kita," ujarnya.
Adapun terkait pembicaraan dalam open house yang dihadirinya di rumah dinas Ahmad Muzani itu, dia menyebut tak lebih sebagai bentuk silaturahmi memperingati Idul Fitri 2025/1446 Hijriah.
"Silaturahmi, tentunya kami semua sama-sama ingin mensyukuri Idul Fitri tahun ini yang kita harapkan bawa keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat Indonesia," tuturnya.
Baca juga: SBY optimistis Presiden Prabowo mampu jaga demokrasi Indonesia
AHY mengatakan bahwa pembicaraan santai tersebut dilakukan di tengah selingan menyantap jamuan makan yang dihidangkan oleh tuan rumah kepada para tamu.
Dia pun berharap bangsa Indonesia dapat terus bersatu dengan semangat baik guna menghadapi beragam tantangan di masa depan.
"Sebagai bangsa tentu ada tantangan, tapi teruslah kita bersatu dalam energi positif dan prasangka yang baik untuk bangsanya sendiri, dan berikan kesempatan bagi pemimpin dan pemerintah baik pusat dan daerah untuk bekerja sebaik mungkin, walaupun ada keterbatasan," katanya.
Dia lantas melanjutkan, "Itulah kebersamaan kita sebagai bangsa, kritik yang membangun itu diharap bisa membawa kita menjadi lebih baik."
Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025