220 siswa SD dan SMP di Nagan Raya Aceh masih belajar di tenda darurat

4 hours ago 2

Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan sebanyak 220 murid SD dan SMP di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat hingga saat ini masih belajar di tenda darurat meski dalam suasana keterbatasan.

“Alhamdulillah, meski terdampak banjir, para siswa di Beutong Ateuh tetap bersekolah meski di bangunan darurat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Zulkifli kepada ANTARA, Jumat (3/4) di Suka Makmue.

Ada pun jumlah siswa yang saat ini masih belajar di sekolah darurat di antaranya SMP Negeri Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 54 orang, dan siswa perempuan sebanyak 43 orang, sehingga total berjumlah 97 orang.

Kemudian SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh yaitu jumlah siswa laki-laki sebanyak 55 orang dan siswa perempuan berjumlah 68 orang, sehingga total keseluruhan berjumlah 123 orang.

Zulkifli mengatakan, meski gedung sekolah lama tidak dapat digunakan, pemerintah daerah telah mengupayakan fasilitas sekolah darurat agar pendidikan siswa tidak terbengkalai.

Ia menyebutkan, langkah ini diambil atas instruksi langsung dari Bupati Nagan Raya, Aceh, Dr Teuku Raja Keumangan, tak lama setelah bencana terjadi pada bulan Desember 2025 lalu.

Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan menekankan kepada dinas pendidikan, agar jangan sampai ada anak sekolah yang terhenti aktivitas belajarnya hanya karena kendala fasilitas gedung.

“Alhamdulillah, sekolah darurat sudah terbangun di Betong Ateuh. Proses belajar mengajar sudah masuk sejak hari pertama sekolah sesuai dengan edaran kementerian, meskipun dengan kondisi gedung sekolah yang darurat,” kata Zulkifli menambahkan.

Khusus untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Beutong Ateuh, lokasi pembelajaran harus dipindahkan sepenuhnya karena bangunan sekolah yang lama sudah tidak layak atau hancur.

Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) untuk menggunakan gedung milik dinas tersebut yang sedang tidak terpakai.

“Di SMP ini kan tidak ada lagi bangunannya, jadi dipindah ke lokasi lain. Kami sudah meminta izin pakai ke Disperindagkop Nagan Raya dan alhamdulillah direspons baik oleh kepala dinasnya Pak Samsuar,” tambahnya.

Terkait tenaga pengajar, Zulkifli memastikan mayoritas guru yang bertugas adalah putra-putri asli daerah Beutong Ateuh Banggalang, sehingga proses adaptasi di sekolah darurat berjalan lancar.

Selain mengikuti kurikulum reguler, para siswa juga mendapatkan pendampingan khusus untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pasca-bencana. Berbagai pihak, mulai dari kalangan mahasiswa hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM), aktif memberikan program trauma healing.

“Banyak pihak yang memberikan semangat, seperti program trauma healing dari mahasiswa dan LSM. Alhamdulillah, kondisi anak-anak sekarang sudah ceria kembali dan bisa menerima keadaan yang ada saat ini,” katanya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Aceh memastikan hingga saat ini, aktivitas pendidikan di sekolah darurat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, tetap berjalan dengan baik dan lancar.

Baca juga: BNPB dirikan tenda belajar darurat bagi siswa terdampak banjir di Aceh

Baca juga: PMI Cianjur serahkan bantuan alat sekolah bagi siswa korban banjir

Baca juga: BNPB targetkan huntara di Agam selesai sebelum siswa masuk sekolah

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |