Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) membangun talenta-talenta muda yang unggul untuk Indonesia menjadi kelas dunia dalam menjawab kebutuhan dunia kerja global.
Wakil Rektor UI Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya, Ahmad Gamal di Depok, Jumat menegaskan bahwa posisi strategis UI ditentukan oleh kualitas talenta yang dihasilkan.
Data Tracer Study menunjukkan lulusan UI cepat terserap pasar kerja, termasuk di perusahaan multinasional, namun masih ada ruang untuk terus memperkuat kompetensi nonteknis seperti adaptabilitas, integritas, dan kemampuan lintas budaya.
“Kualitas sebuah universitas ditentukan oleh apa yang dilakukan lulusannya di dunia. Posisi strategis UI bergantung pada bagaimana talenta yang kami hasilkan mampu beradaptasi, berintegritas, dan siap bersaing lintas budaya," ujarnya.
Untuk itu UI juga telah menggelar “The 4th UI Employer Forum”. Forum strategis yang mengambil tema “Beyond Borders: The Next-Gen Talent Ecosystem for a World-Class Indonesia” menghadirkan jajaran pimpinan, mitra industri, dan sivitas akademika untuk membahas kesiapan talenta UI dalam menjawab kebutuhan dunia kerja global.
Forum ini menjadi wadah strategis bagi insan pendidikan dan industri untuk merancang ekosistem generasi unggul yang mendukung reputasi UI sebagai universitas kelas dunia.
Melalui UI Employer Forum 2026, Universitas Indonesia memperkuat posisinya sebagai universitas kelas dunia yang tidak hanya menghasilkan lulusan berdaya saing global, tetapi juga merancang ekosistem talenta unggul yang mampu memberikan kontribusinya.
Employer reputation dan alumni outcomes kini menjadi tolok ukur global, dan keduanya hanya bisa diraih melalui kiprah nyata para lulusan.
Sementara itu Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek RI), Fauzan menyoroti talenta-talenta tanah air yang berkiprah di sektor strategis di ranah internasional perlu dioptimalkan sebagai instrumen kekuatan geopolitik Indonesia.
“Gejolak politik internasional terkini kian mendorong kita untuk memperkuat lagi pengembangan sumber daya manusia demi kepentingan nasional kita," katanya.
Harapannya, lebih banyak lagi talenta-talenta tanah air yang berkiprah di sektor-sektor strategis di bidang teknologi, kebijakan publik, ilmuwan, hingga tenaga kesehatan. Eksistensi talenta tanah air di kancah internasional ini akan menjadi aset strategis yang memperkuat nilai tawar geopolitik Indonesia.
"Semoga UI senantiasa memimpin dalam menjadi wadah lahirnya para talenta brilian bangsa,” tutur Fauzan.
Fauzan juga berpesan kepada sivitas akademika yang hadir agar UI terus melakukan lompatan inovasi yang signifikan yang dapat memberikan kontribusi terhadap bangsa, sembari mempersiapkan lahirnya insan unggul, profesional, dan mampu bersaing di kancah global secara kontinu.
Baca juga: Dubes: Rusia sedang jajaki peluang kerja sama tenaga kerja dengan RI
Baca juga: Literasi dan jalan panjang menciptakan tenaga kerja berkualitas
Baca juga: Disnakertrans Banten siapkan SDM terampil untuk masuk dunia kerja
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































