Tokyo (ANTARA) - Sekitar 12.000 rumah tangga di Subprefektur Nemuro, Prefektur Hokkaido, Jepang, mengalami pemadaman pasokan air akibat kenaikan suhu menurunkan kualitas sumber air dan mengurangi efektivitas instalasi pemurnian air setempat.
Dengan hampir seluruh rumah tangga di kota itu terdampak dan belum ada jadwal pasti untuk pemulihan penuh, pemerintah kota setempat mendirikan posko tanggap bencana dan terus membagikan air minum di pos-pos distribusi sementara.
Pemerintah Hokkaido telah meminta Pasukan Bela Diri Jepang untuk mengirimkan tim bantuan bencana dan truk-truk pengangkut air diperkirakan akan segera dikerahkan.
Menurut pihak berwenang setempat, pemadaman air tersebut dimulai sejak Kamis (23/7), pukul 15.30 waktu setempat, yang pada awalnya berpengaruh terhadap sekitar 6.000 rumah tangga.
Wilayah yang terkena dampak pemadaman air itu meluas hingga mencakup hampir di seluruh kota sekitar pukul 20.00 waktu setempat, guna memastikan ketersediaan air yang cukup dalam membersihkan sistem penyaringan di instalasi pemurnian air.
Pasokan air kembali normal di beberapa wilayah setelah pembersihan sistem penyaringan selesai dilakukan pada Jumat dini hari pukul 02.00 waktu setempat.
Namun, karena pasokan air masih di bawah tingkat normal dan belum sepenuhnya dimurnikan, maka masih perlu waktu lebih lama untuk pemulihan secara penuh.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Badan Meteorologi Jepang keluarkan peringatan suhu panas ekstrem
Baca juga: Musim hujan di Tokyo usai, suhu capai panas ekstrem
Baca juga: Jepang alami hari bersuhu sangat panas pertama tahun 2026
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































