Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengenang almarhum mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang meninggal dunia pada Sabtu dan bertakziah ke rumah duka di Kabupaten Aceh Besar.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun kepada sahabat kami Zaini Abdullah. Saya sering sekali berinteraksi dengan beliau saat menjabat Menteri Kehutanan ketika beliau menjadi Gubernur Aceh," kata Zulkifli Hasan di Banda Aceh, Sabtu.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli dalam sambutan pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Aceh dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Aceh di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh.
Baca juga: Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah meninggal dunia
Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017 Zaini Abdullah, yang akrab disapa Abu Doto, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 12.24 WIB.
Abu Doto meninggal dunia pada usia 86 tahun di ruang intensif atau intensive care unit (ICU) 2 RSUD Zainoel Abidin. Almarhum menjalani perawatan di rumah sakit tersebut sejak 4 Juni 2026.
Zulkifli mengenang hubungan kerja sama yang terjalin saat Zaini Abdullah menjabat Gubernur Aceh. Menurut dia, almarhum pernah meminta dukungan terkait berbagai urusan yang menjadi kewenangan Kementerian Kehutanan.
"Waktu beliau menjabat sebagai Gubernur Aceh, saya sampaikan bahwa selama menjadi kewenangan saya, akan saya dukung demi kemajuan Aceh," ujarnya.
Ia juga mengingat pesan yang pernah disampaikannya kepada almarhum agar Aceh terus berkembang dan tidak tertinggal dari daerah lain, termasuk provinsi tetangga Sumatera Utara.
"Kalau bisa lebih maju dari daerah-daerah lain," katanya.
Usai menghadiri pelantikan DPW PAN Aceh, Zulkifli Hasan bersama mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa bertolak ke rumah duka Zaini Abdullah di kawasan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.
"Saya sekarang akan bertakziah ke rumah almarhum Zaini Abdullah," kata Zulkifli Hasan.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































