YKAN beri pelatihan dukung regenerasi pelaku tradisi "sasi" perempuan

3 weeks ago 9

Gianyar, Bali (ANTARA) - Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) memberikan sejumlah pelatihan kepada para ibu pelaku tradisi dan praktik adat pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan (sasi) untuk Laut Provinsi Papua Barat Daya, sehingga dapat meregenerasi tradisi tersebut kepada generasi muda.

Manajer Program Kelautan YKAN, Hilda Lionata mengatakan pihaknya kini tengah melatih para ibu selama satu tahun, sehingga mereka nantinya dapat menjadi pelatih bagi kaum perempuan generasi yang lebih muda.

“Kenapa YKAN meregenerasi sasi, karena kami ngerasa sasi ini selaras dengan kegiatan konservasi alam. Karena ini sudah jadi darah dagingnya mereka, adatnya mereka, kenapa gak kami bangkitkan kembali,” kata Hilda di sela kegiatan Pertukaran Pembelajaran Kelompok Sasi Perempuan dari Tiga Kampung di Kabupaten Raja Ampat di Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Jumat.

Baca juga: YKAN perkuat kolaborasi dukung konservasi laut lewat praktik sasi

Lebih lanjut, ia menjelaskan sederet pelatihan tersebut meliputi pelatihan peraturan pemerintah terkait perdagangan spesies yang diatur dalam CITES Appendix 2, pelatihan 101 teripang laut dan lobster, pelatihan protokol pemanenan (terkait ukuran dan metode yang berkelanjutan, pengumpulan data tentang keanekaragaman hayati dan kelimpahan), pelatihan pembukuan sederhana (pemasukan dan pengeluaran) arus kas kelompok.

Selain itu, lanjutnya, YKAN juga memberikan pelatihan lain, di antaranya pelatihan perawatan perahu dan mesin 101, pelatihan free dive, pelatihan monitoring (pencatatan visual dan transek garis) serta pelatihan penanganan setelah panen dan lobster.

Diantara semua pelatihan itu, katanya, sejumlah pelatihan yang diberikan YKAN untuk melatih para ibu untuk menjadi pelatih untuk kelompok sasi baru di desanya (ToT), seperti pelatihan 101 teripang laut dan lobster dan pelatihan protokol pemanenan (terkait ukuran dan metode yang berkelanjutan, pengumpulan data tentang keanekaragaman hayati dan kelimpahan).

“Tapi, khusus untuk tahun ini, kami mau konsolidating cewek-ceweknya dulu. Karena, kami mau bikin mereka jadi trainers. Nanti tahun kedua mereka yang keliling ke kelompok lelaki sama clan base. Mereka yang ngajar, sudah bukan YKAN lagi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Praktik Sasi dari Kampung Aduwei, Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya Ribka Botot mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut.

Baca juga: Penggerak sasi Kepala Burung Papua susun buku demi wariskan tradisi

Baca juga: YKAN dukung penguatan perempuan di Raja Ampat lewat pengelolaan sasi

Ia menilai regenerasi tradisi sasi sangat penting guna menjaga kelestarian laut dan keragaman biota di dalamnya dari praktik penangkapan secara berlebihan dengan penggunaan alat tangkap yang destruktif.

“Jangan sebatas ini. Tetapi, mungkin ada lagi kita bertemu sama-sama begini, juga berbagi pengalaman. Mungkin yang Mama Ribka tidak tahu, dengan begini Mama Ribka jadi tahu, boleh ngomong, tanya-tanya pengalaman Mama Ribka,” ujarnya.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |