Ayah Kepala Bakom berpulang, Qodari kenang sosok pemberani dan supel

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengenang ayahnya yang berpulang, Sulaiman Said, sebagai pribadi sederhana yang berani merantau, suka bergaul, dan memiliki integritas tinggi dalam menjalani kehidupan.

"Setelah lulus sarjana, beliau waktu di Palembang ditugaskan untuk bekerja di Departemen Agama di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tidak ada kenalan, apalagi saudara, tetapi beliau berani merantau," kata Qodari kepada media yang dikutip di Jakarta, Rabu.

Bagi Qodari, pilihan sang ayah untuk menetap di tanah yang tak satu pun wajahnya ia kenal bukan sekadar urusan pekerjaan.

Menurut dia, dari pengalaman itulah almarhum belajar hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda suku dan agama, dan justru di sanalah ia menemukan arti persaudaraan yang sesungguhnya.

Pengalaman itu membekas dalam diri Qodari, sehingga ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah di Lampung, memutuskan mengikuti jejak sang ayah meninggalkan kampung halaman untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia, kemudian meneruskannya ke jenjang magister di luar negeri.

Di luar keberaniannya, Sulaiman Said dikenal sebagai orang yang hangat dan gampang akrab dengan siapa saja. Ke mana pun ia pergi, lingkaran pertemanannya selalu meluas.

"Beliau suka bergaul, suka berteman, temannya banyak. Di mana pun beliau berada, pasti kenal banyak orang. Dan rasa-rasanya itu juga menurun pada saya," kata Qodari.

Qodari tumbuh menjadi pribadi yang serupa, aktif di berbagai organisasi sejak sekolah hingga masa kuliahnya di Universitas Indonesia. Kedekatan Qodari dengan banyak kalangan tercermin pula dari respons yang datang setelah kabar duka menyebar.

Duka atas kepergian Sulaiman Said juga disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang menggambarkan dirinya melayat ke rumah duka, Maruarar menyampaikan belasungkawa kepada sahabatnya itu sekaligus mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan.

Kepergian Sulaiman Said meninggalkan duka mendalam sekaligus kebanggaan bagi keluarga. Qodari menyebut sang ayah sebagai teladan yang warisannya bukan berupa harta, melainkan karakter, keberanian, integritas, dan kemampuan membangun hubungan antar-manusia yang melampaui batas suku dan agama.

Baca juga: Qodari: Prabowo ingin Himbara jadi perbankan patriotik

Baca juga: Qodari: HET Minyakita dijaga di tengah kenaikan biaya

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |