Tolang Jae (ANTARA) - Warga Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, membangun hunian sementara bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di daerah setempat pada akhir November 2025.
“Saat ini kami bergotong-royong membangun hunian sementara untuk 21 kepala keluarga yang rumah mereka rusak berat,” kata Kepala Dusun Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Muhammad Thamrin di Tolang Jae, Tapanuli Selatan, Kamis.
Ia mengatakan, saat ini ada sembilan unit yang sudah berdiri di lokasi tersebut dan empat unit rumah sudah ditempati penyintas banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut.
Rumah ini dibangun menggunakan dinding kayu, lantai semen dan atap terbuat dari seng. Huntara ini dibangun di atas tanah seluas 4x3 meter persegi.
Baca juga: Ratusan pelajar penyintas bencana di Tukka nikmati MBG
Menurut dia, hunian ini dibangun dengan bantuan Dompet Dhuafa dan dilaksanakan secara gotong-royong oleh warga setempat.
Mereka memberikan bantuan peralatan dan warga bekerja sama membangun unit huntara ini yang ada di sini.
“Total dilokasi ini nanti dibangun 21 unit dan untuk target kami masih menunggu bantuan selanjutnya," kata dia.
Selain itu, warga juga memanfaatkan kayu yang terbawa aliran Sungai Tolang yang meluap di kawasan tersebut. "Kayu-kayu itu kami manfaatkan untuk membangun rumah ini,” kata dia.
Baca juga: Petani Sayur Matinggi Tapsel panen padi pascabencana
Seorang penyintas bencana, Nurimah (36) mengaku sudah menempati huntara tersebut dan langsung membuka warung di lokasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan warga yang bekerja sama membangun huntara.
“Saya sudah empat minggu masuk ke sini dan kami bersyukur dapat pindah ke sini,” kata dia.
Ia mengaku sudah sebulan hidup di tempat pengungsian dan sempat menumpang di rumah keluarga hingga akhirnya tinggal di huntara.
“Saya di sini tinggal bersama anak karena suami sudah tidak ada. Kami mau tinggal di huntap jika nanti diberikan, yang penting nyaman,” kata dia.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































