Terminal Kampung Rambutan perketat pemeriksaan bus saat arus mudik

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, memperketat pemeriksaan kelaikan jalan atau "ramp check" terhadap bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat arus mudik Lebaran 2026.

"Ramcek bus ini menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang mengangkut pemudik dalam kondisi aman dan layak jalan," kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu.

Pemeriksaan dilakukan melalui posko yang menjadi salah satu dari tiga posko pelayanan selama masa angkutan Lebaran.

Pemeriksaan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Unit Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung serta Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

Menurut Revi, dalam pemeriksaan tersebut petugas memeriksa tiga aspek utama pada setiap bus yang akan diberangkatkan, yaitu administrasi kendaraan, sistem utama kendaraan dan sistem penunjang.

Baca juga: Puluhan personel gabungan jaga arus mudik di Terminal Kampung Rambutan

Yang diperiksa adalah administrasinya, seperti buku kelaikan kendaraan (KIR), izin trayek, STNK, termasuk juga dokumen pengemudi seperti SIM. "Semua harus lengkap sebelum kendaraan diizinkan beroperasi," katanya.

Selain administrasi, pemeriksaan juga difokuskan pada sistem utama kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan.

Beberapa komponen yang diperiksa meliputi sistem rem, kemudi, roda dan lampu kendaraan. Revi menegaskan, pada aspek ini tidak ada toleransi apabila ditemukan kerusakan.

Sistem utama ini sangat vital karena menyangkut langsung dengan aspek keselamatan. "Kalau ada yang tidak berfungsi seperti rem bermasalah atau ban gundul, kendaraan tidak boleh diberangkatkan dan harus dihentikan operasinya," katanya.

Sementara itu, petugas juga melakukan pemeriksaan pada sistem penunjang kendaraan.

Baca juga: Jumlah penumpang arus mudik Terminal Kampung Rambutan naik 100 persen

Komponen ini tidak berhubungan langsung dengan keselamatan saat berkendara, namun tetap wajib tersedia sebagai perlengkapan standar.

Beberapa perlengkapan yang diperiksa antara lain kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), dongkrak, segitiga pengaman, alat pemukul kaca darurat dan alat pemadam api ringan (APAR).

"Perlengkapan yang tersedia di dalam kendaraan ini menjadi syarat kelengkapan yang harus dipenuhi oleh setiap bus," katanya.

Revi menjelaskan, pemeriksaan telah dimulai sejak pertengahan Maret sebagai bagian dari pemeriksaan pra angkutan Lebaran. Selanjutnya, pemeriksaan akan terus dilakukan selama periode angkutan Lebaran.

"Ramcek pra angkutan Lebaran sudah dimulai. Kemudian untuk masa angkutan Lebaran berlangsung dari 13 Maret 2026 sampai dengan 31 Maret 2026," ujar Revi.

Baca juga: Pendongeng hibur anak-anak pemudik di Terminal Kampung Rambutan

Setiap hari, petugas menargetkan sedikitnya 40 unit bus untuk diperiksa sebelum diberangkatkan dari terminal. Pemeriksaan terhadap satu kendaraan memerlukan waktu sekitar 20 menit.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan kerusakan pada sistem utama kendaraan, bus tersebut tidak boleh beroperasi hingga dilakukan perbaikan.

Jika perbaikan dapat dilakukan di tempat dan kendaraan kembali dinyatakan layak jalan, barulah bus diizinkan melanjutkan perjalanan.

Namun, apabila kerusakan tidak dapat diperbaiki atau masih ditemukan masalah pada sistem utama, kendaraan tersebut akan dihentikan operasinya demi menjaga keselamatan penumpang.

Melalui pemeriksaan ini, pengelola terminal berharap seluruh armada bus yang melayani arus mudik Lebaran benar-benar dalam kondisi prima sehingga perjalanan pemudik dapat berlangsung aman dan nyaman.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |