Bapanas dan Satgas Pangan redam fluktuasi harga telur ayam di Bandung

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Jawa Barat bergerak cepat menelusuri rantai pasok telur ayam di Bandung, guna meredam fluktuasi harga yang mulai melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

"Hari ini kami bersama Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat melakukan penelusuran telur ayam karena harga di pasar mulai melewati HAP," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Ketut menyampaikan penelusuran tersebut dilakukan usai Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat mendapati harga telur ayam mulai fluktuasi karena sedikit melampaui HAP tingkat konsumen.

"Ini ditemukan pada pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat saat pelaksanaan inspeksi," ujarnya.

Baca juga: Mentan Amran tegaskan harga daging dan telur ayam harus sesuai HET

Tak menunggu lama, kata Ketut, Satgas Saber Pangan Jabar gerak cepat melakukan penelusuran rantai pasok telur ayam di sekitar Kota Bandung. Para pengecer di pasar rakyat daerah itu mengaku menerima harga yang sudah terlanjur tinggi dari distributor, sehingga terpaksa mematok harga telur ayam di kisaran Rp31.000 per kilogram (kg).

Ia menuturkan berdasarkan hasil penelusuran Satgas Saber Jabar, pasokan telur ayam bersumber dari Pasar Induk Caringin dan distributor telur ayam di sekitar Pasar Cikutra. Hasil investigasi menunjukkan para distributor yang ditemui mengaku telah menerima harga dari produsen yang mulai berfluktuasi dalam tiga hari terakhir.

Ketut mengaku penelusuran yang dilakukan bersama Satgas Pangan membuahkan hasil yang positif. Pihak produsen dan distributor berkomitmen memasang harga telur ayam yang lebih rendah sampai Idul Fitri mendatang. Adapun produsen yang memasok telur ayam ke Kota Bandung berasal dari Blitar, Jawa Timur.

"Telah disepakati harga produsen untuk diturunkan, sehingga harga grosir telur ayam bisa sekitar Rp27.500 per kilogram. Jadi harga di pengecer masih bisa di Rp30.000 per kilogram," jelas Ketut.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |