Warga Langkahan mengaku senang di Huntara PU, terutama anak-anak

2 hours ago 2

Banda Aceh (ANTARA) - Masyarakat terdampak bencana banjir bandang dari Desa Rumoh Rayeuk Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara mengaku senang dan nyaman tinggal di hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU), terutama anak-anak mereka.

"Alhamdulillah senang pak tinggal di sini, anak-anak juga sangat senang pak, ada tempat bermain," kata salah seorang penghuni Huntara PU di Rumoh Rayeuk, Wani Safrianti, di Aceh Utara, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Wani ketika ditanyakan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo di sela-sela kunjungannya ke Huntara Rumoh Rayeuk, Langkahan Aceh Utara.

Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan hunian bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus mempercepat pemanfaatannya sebelum lebaran.

Kepada awak media, Wani juga mengaku nyaman menetap di huntara, sehingga kini mereka tidak lagi kepanasan ketimbang tinggal di kamp atau tenda pengungsian.

"Dari pada di kamp lebih nyaman di huntara, apalagi ada kipas kalau panas," ujarnya.

Dirinya menyampaikan, bencana banjir bandang akhir November 2025 lalu telah membuat mereka kehilangan tempat tinggal, rumahnya sudah hanyut dibawa banjir.

Sehingga, sejak saat ini atau sekitar sebulan lebih merasa terpaksa menetap di tenda pengungsian, dan baru 20 hari dipindahkan ke huntara yang dibangun Kementerian PU dan dikerjakan Waskita Karya.

"Baru 20 hari di huntara, sebelumnya kami di kamp 1 bulan setengah. Karena rumah kami tidak lagi sama sekali. Kalau ada rumah, ya tetap kiya tinggal di rumah sendiri," katanya.

Ia menambahkan, selama di huntara, aktivitasnya bersama-sama ibu rumah tangga lainnya hanya memasak, bersantai-santai dan mengurus anak-anak. Sedangkan para suami bekerja di kebun sawit sekitar.

"Kalau sebelumnya di rumah, seperti saya memang ada usaha mengembala kambing, sekarang ternak juga tidak ada lagi semua," demikian Wani Safrianti.

Sebagai informasi, Kementerian PU membangun sebanyak 44 blok atau 528 huntara (12 pintu per blok) di Kabupaten Aceh Utara. Khusus di Rumoh Rayeuk Kecamatan Langkahan, yang sudah selesai dibangun sebanyak lima blok, dan sembilan blok lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Secara teknis, huntara tersebut dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung cepat dan efisien tanpa mengurangi kualitas dan kenyamanan.

Setiap unit dirancang menggunakan insulated panel, dan dilengkapi dengan ventilasi, exhaust fan, serta kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik dan ruangan tidak panas.

Selain unit hunian di kawasan tersebut dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet komunal, area cuci, dapur bersama, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi. Fasilitas ini agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara layak selama menempati huntara.

Baca juga: Menteri PU targetkan 528 Huntara di Aceh Utara rampung sebelum Lebaran

Baca juga: Pemkab: Pembangunan 12 unit huntara di Aceh Barat hampir rampung

Baca juga: Mengetuk pintu dari rumah ke rumah sambil menunggu Huntara

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |