Jakarta (ANTARA) -
Met Gala di New York kembali digelar sebagai salah satu ajang paling mewah dalam kalender mode, sekaligus mencerminkan semakin eratnya hubungan antara desainer, selebritas, dan kekuasaan.
Namun, keterlibatan miliarder teknologi dalam acara tahun ini dinilai berpotensi menjadikannya sebagai salah satu edisi paling kontroversial.
Melansir dari laman Guardian yang disiarkan Minggu waktu setempat, perhatian publik tertuju pada daftar tamu dan busana mereka dalam peluncuran pameran “Costume Art” di Metropolitan Museum of Art. Sejumlah tokoh seperti Beyoncé, Venus Williams, dan Nicole Kidman memimpin acara bersama Anna Wintour. Harga tiket dilaporkan mencapai sekitar 100.000 dolar AS.
Pendiri Amazon Jeff Bezos bersama Lauren Sánchez Bezos hadir sebagai ketua kehormatan dan akan bergabung dengan sekitar 450 tamu di tangga museum.
Baca juga: Beyonce akan kembali ke Met Gala usai absen satu dekade
Keterlibatan mereka sebagai sumber pendanaan utama memicu spekulasi, termasuk rumor akuisisi Condé Nast, induk Vogue yang mengawasi gala. Spekulasi serupa sempat muncul tahun lalu, bertepatan dengan pernikahan pasangan tersebut di Venesia.
Dari sisi politik, Zohran Mamdani tidak menghadiri acara tersebut, memutus tradisi panjang kehadiran wali kota New York. Kritik juga muncul melalui poster di sejumlah wilayah kota yang menyoroti keterlibatan Bezos, dipasang oleh kelompok aktivis Inggris Everyone Hates Elon.
“Saya menyukai budaya selebritas dan mode seperti orang lain, tetapi keterlibatan Bezos membuat Vogue tampak tidak relevan,” kata juru bicara kelompok tersebut. “Jangan bilang Bezos terlibat karena selera modenya”.
Tema busana tahun ini bertajuk “fashion is art”, mengacu pada konsep pameran yang menekankan keterkaitan antara mode dan seni. Kurator Costume Institute, Andrew Bolton, menyebut keterhubungan tersebut terletak pada tubuh manusia.
Baca juga: Jennifer Aniston merasa tak siap mental hadiri Met Gala
“Dengan tubuh yang mengenakan pakaian sebagai benang merahnya,” kata Bolton.
Pameran dibagi dalam 13 tema tubuh, mulai dari kehamilan, penuaan, disabilitas, hingga variasi ketelanjangan. Sekitar 200 karya seni dipasangkan dengan 200 busana dan aksesori.
“Fokusnya adalah pada tubuh yang terpinggirkan dalam mode, dan tubuh yang belum dihargai baik dalam mode maupun budaya Barat,” ujarnya.
Beberapa karya yang ditampilkan antara lain korset karya Michaela Stark yang dipadukan dengan patung “Nana dan Ular” karya Niki de Saint Phalle, serta karya Sarah Lucas yang berdampingan dengan busana eksperimental karya Harry Pontefract.
Baca juga: Halle Bailey bahas perubahan gaya sejak jadi ibu
Selain itu, patung Venus Pudica dari akhir Romawi dipasangkan dengan gaun berbahan rambut manusia karya Dilara Findikoglu. Koleksi lain mencakup trench coat Burberry milik Sinéad Burke, serta karya Rei Kawakubo dan Vivienne Westwood.
Bolton menilai interpretasi tema di karpet merah kerap tidak langsung mencerminkan konsep pameran.
“Saya yakin akan ada beberapa ketelanjangan,” katanya. “Saya juga berpikir kita akan melihat banyak gaun dewi. Tapi saya khawatir orang-orang mungkin menafsirkan tema ini secara harfiah dan datang sebagai lukisan,” lanjut dia.
Ia juga menilai capaian keragaman dalam mode beberapa tahun terakhir mulai menurun.
“Saya merasa kita tidak melihat keragaman sebanyak yang Anda lihat dulu di runway,” ujarnya.
Baca juga: Bebe Rexha ungkap alami PCOS tanggapi kritik soal berat badan
Pengamat mode Cally Blackman menilai tema tersebut dapat menjadi respons terhadap kritik terhadap nilai mode.
“Ini adalah bentuk komunikasi non-verbal yang paling ampuh, namun kita selalu berjuang untuk membuktikan nilainya,” kata Blackman.
Ia juga menyoroti pergeseran fungsi Met Gala yang dinilai semakin berfokus pada publisitas.
“Masalah dengan gala ini adalah kontraproduktif. Ini bukan tentang mode, ini tentang publisitas. Saya pikir banyak daya tariknya telah hilang karena didanai oleh Jeff Bezos,” ujarnya.
Met Gala menjadi salah satu acara karpet merah paling banyak ditonton setiap tahun, dengan sekitar satu miliar penayangan video global di platform Vogue, sekaligus menjadi ajang penggalangan dana bagi museum tersebut.
Baca juga: Shah Rukh Khan perdana tampil di Met Gala 2025 untuk anaknya
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































