Wamenpora minta pelaku olahraga pahami manajemen dan pengembangan

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat meminta para pelaku olahraga memahami manajemen dan pengembangan cabang-cabang olahraga yang dijalankan.

"Kami tindak ingin diskusi di sini hanya sebagai manajer tapi nggak paham tentang bola voli, tentang bola, dan tentang cabang olahraganya. Kami juga tidak mau ketua jadi hanya ketua-ketuaan, tapi beliau mendalami juga," kata Taufik Hidayat dalam konferensi pers Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Minggu.

Taufik menggarisbawahi bahwa manajemen cabang olahraga berarti para pelaku harus bisa mengerti lebih baik termasuk pengembangan cabang, baik di level klub maupun nasional.

Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu mengaku terkesan dengan pemaparan materi dalam diskusi panel dari sejumlah pelaku olahraga seperti Manajer Jakarta LavAni Ossy Darmawan, Project Director Jakarta Pertamina Enduro Rudi Arfianto, hingga Direktur Operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi.

Baca juga: Wamenpora ingatkan atlet Asian Games kejar prestasi sebelum bonus

"Nah, di sini mungkin juga saya berterima kasih kepada Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK) telah mengundang mereka semua di sini. Mudah-mudahan tahun depan kami lebih bagus lagi," ungkap Taufik.

Secara terpisah, Direktur Utama LPUK Muhammad Gustri Oktaviandi mengatakan ISS 2026 merupakan wadah untuk pengembangan industri olahraga.

Dalam diskusi panel Champions Stage, Gustri mengatakan pelaku olahraga yang diundang merupakan pelaku cabang olahraga yang mampu membawa keberhasilan dengan menjadi juara.

"Kami komitmen pada tahun-tahun berikutnya akan selalu diadakan Champions Stage dan juga melibatkan cabang lain dan klub lain, seperti badminton, tenis, dan sebagainya. Diskusi itu memang menjadi forum yang komunikatif antara klub, regulator, dan juga para penggemar," ungkap Gustri.

Baca juga: Industri olahraga Indonesia harus didorong untuk dongkrak ekonomi

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |