Manado (ANTARA) - Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi-Maluku menyebutkan, pada periode pengamatan tanggal 12 September 2026, jarak luncur guguran lava Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, mencapai 1.000 meter.
"Teramati guguran lava dengan jarak luncur 1.000 meter mengarah ke barat daya dan barat," kata Humas Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi- Maluku, Kementerian ESDM, Refly Aror di Manado, Minggu.
Dia menambahkan, pada periode pengamatan tersebut asap kawah utara putih tebal lebih kurang 10-500 meter.
"Pada malam hari tampak dari CCTV sinar api kawah selatan lebih kurang 5-10 meter. Guguran lava pijar kawah utara meluncur ke arah barat daya dan selatan lebih kurang 700-1.000 meter," ujarnya.
Selanjutnya, terekam sebanyak satu kali gempa guguran, 79 kali gempa embusan, satunya kali gempa tremor non harmonik, 27 kali gempa tremor harmonik, satu kali gempa hybrid/fase banyak, satu kali gempa vulkanik dalam, serta lima kali gempa tektonik jauh.
"Tingkat aktivitas Gunung Karangetang Level II (Waspada)," katanya menambahkan.
Kementerian ESDM merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 kilometer.
Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
Selanjutnya, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
Baca juga: Tim SAR evakuasi tujuh pendaki dari Gunung Nokolalaki Sulawesi Tengah
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































