Wamenpar: ACF perkuat kekayaan kuliner Aceh

3 hours ago 3

Banda Aceh (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menyatakan Aceh Culinary Festival (ACF) merupakan bagian dari program Wonderful Indonesia Gastronomy guna memperkuat promosi kekayaan kuliner Aceh.

"Kegiatan ini tidak hanya mengedepankan cita rasa, tetapi juga budaya dan tradisi. Aceh Culinary Festival ini harusnya bisa menjadi bagian dari Wonderful Indonesia Gastronomy yang saat ini terus digaungkan Bu Menteri," katanya saat menutup ACF 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu.

Ia menjelaskan, gastronomi tidak hanya berbicara mengenai cita rasa makanan, tetapi juga mencakup budaya, tradisi, serta cerita yang terdapat di balik setiap kuliner yang disajikan.

Ia menilai penguatan storytelling pada kuliner Aceh penting dilakukan agar masyarakat maupun wisatawan tidak hanya menikmati makanan dari sisi rasa, tetapi juga memahami nilai dan sejarah yang membuat kuliner tersebut hadir.

“Saya melihat mereka bukan sebagai bagian yang memasak, tapi saya melihat mereka sebagai bagian yang menjaga tradisi gastronomi Aceh. Mereka mampu menceritakan di balik dari setiap kuliner yang mereka sajikan,” ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut terlihat saat dirinya mengunjungi sejumlah stan kuliner dalam ACF 2026 dan menemukan berbagai sajian yang menggunakan bahan lokal, termasuk ikan endemik dari daerah Aceh Tamiang.

Baca juga: Festival Kuliner dan Seni Budaya Aceh digelar di Jakarta Selatan

Baca juga: Festival Toet Apam di Sabang jadi upaya lestarikan kuliner indatu Aceh

Ia mengatakan pengembangan gastronomi dapat menjadi salah satu bagian dari upaya Kementerian Pariwisata mendorong pariwisata berkualitas, bersama dengan wisata bahari dan wisata kebugaran.

Selain memperkuat pelestarian budaya, ia juga menekankan penyelenggaraan festival pariwisata harus memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Festival sekali lagi tidak boleh berhenti hanya sebagai tontonan saja, tapi harus menjadi penggerak ekonomi yang kemudian membuka penguatan usaha, menciptakan lapangan kerja dan juga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap ACF dapat terus diperkuat sehingga pelestarian budaya melalui kuliner berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga event ini bisa memperkuat citra pariwisata daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menjadi pemantik bagi tumbuhnya ekosistem pariwisata yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi mengatakan pelaksanaan ACF 2026 hingga Sabtu telah mencatat lebih dari 11.000 pengunjung.

“Per hari ini akumulasi jumlah pengunjung mencapai 11.000 lebih,” kata Dedy.

ACF yang telah berusia satu dekade ini telah empat kali berturut-turut masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Baca juga: Kemenko PM gelar Pasar 1001 Malam di Banda Aceh

Baca juga: Meunasah di Aceh Besar sediakan 200-an paket bubur khas Aceh

Baca juga: Ragam kuliner khas Aceh yang kaya akan rempah

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |