Wamenlu RI bahas rencana kunjungan Presiden Mesir dan KTT D-8 di Kairo

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty di Kairo, Mesir, pada Kamis (5/2), guna membahas sejumlah hal penting.

Mereka membahas rencana kunjungan Presiden Mesir ke Indonesia hingga koordinasi di tingkat organisasi Developing Eight (D-8).

Menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, diterima di Jakarta, Jumat, Wamenlu Anis dan Menlu Abdelatty membahas usulan agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang dilaksanakan di bawah keketuaan Indonesia dan akan digelar di Jakarta pada April 2026.

Dalam kesempatan yang sama, keduanya membahas rencana kunjungan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi ke Indonesia untuk menghadiri KTT D-8, serta rencana kunjungan awal yang akan dilakukan Abdelatty ke Indonesia dalam waktu dekat.

Kedua pejabat tinggi tersebut juga menekankan pentingnya upaya perdamaian bagi rakyat Palestina dalam kunjungan kehormatan.

Di samping menemui Menlu Abdelatty, Wamenlu Anis bertemu dengan Asisten Menteri Luar Negeri Mesir untuk urusan Asia Pasifik, Mohsen Hamza, di mana mereka membahas persiapan teknis kunjungan Presiden Mesir ke RI dan rencana pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Anis dan Hamza juga membahas isu strategis kerja sama bilateral, antara lain politik, perdagangan dan investasi, sosial-budaya, perlindungan WNI di Mesir, serta perkembangan geopolitik kawasan dan perdamaian di Palestina.

Menurut Kemlu RI, kedua pertemuan tersebut berlangsung hangat dan produktif serta menghasilkan sejumlah kesepakatan yang akan ditindaklanjuti untuk memperkuat kerja sama bilateral.

D-8 merupakan organisasi kerja sama pembangunan yang didirikan pada 1997 oleh delapan negara berkembang yang sebagian besar tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Negara anggotanya meliputi Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Organisasi ini dibentuk untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan pembangunan demi menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkait persiapan menjadi tuan rumah KTT D-8, Menlu RI Sugiono mengatakan bahwa Indonesia akan mendorong tercapainya kerja sama konkret, khususnya dalam penguatan ekonomi antarnegara anggota, melalui agenda tersebut.

"Kita sedang menyusun substansinya. Intinya adalah bagaimana menjadikan KTT kali ini sebagai satu yang sifatnya konkret ya. Kemudian ada hasil-hasil yang nyata," ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2).

Baca juga: RI resmikan program studi bahasa Indonesia di Mesir pada November

Baca juga: Kemendikdasmen-Al-Azhar kerja sama untuk Bahasa Indonesia mendunia

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |