BSI paparkan capaian Kredit Usaha Rakyat hingga FLPP sepanjang 2025

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengungkapkan capaian dukungan perusahaan terhadap sejumlah program unggulan pemerintah, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pada tahun 2025.

Direktur Risk Management BSI Grandhis H. Harumansyah menyampaikan, pihaknya menyalurkan KUR senilai Rp12,2 triliun kepada 90 ribu nasabah.

“BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah atau FLPP bersubsidi, di mana sejak merger sampai dengan hari ini, BSI telah menyalurkan pembiayaan FLPP sebesar Rp3,5 triliun dengan jumlah rumah yang dibiayai sebesar 23 ribu unit,” ucap Grandhis H. Harumansyah di Jakarta, Jumat.

Selain dua program tersebut, ia menuturkan pihaknya juga mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1.350 virtual account (VA) untuk keperluan transaksi harian mitra Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia mengatakan, perseroan juga turut mendukung upaya pemerintah untuk membangun 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Baca juga: BSI beri keringanan kepada 134 ribu nasabah terdampak bencana Sumatera

Grandhis menyampaikan bahwa pihaknya juga telah menuntaskan penyaluran dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp10 triliun pada Oktober 2025.

Ia menyatakan, dana tersebut disalurkan ke rantai nilai (value chain) bisnis UMKM, pembiayaan griya non-program, pembiayaan bisnis gadai dan cicil emas, serta pembiayaan konsumer.

“Dana tersebut tersalurkan kepada sektor-sektor yang dibutuhkan oleh masyarakat, baik itu sektor konsumer maupun di sektor bisnis,” kata Grandhis.

Program pemerintah lainnya yang didukung oleh BSI adalah pengembangan ekosistem bulion atau bank emas. Hingga saat ini, baru ada dua lembaga jasa keuangan yang menyandang status bank emas di Indonesia, yakni BSI dan PT Pegadaian.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna menuturkan, bisnis emas perseroan saat ini, yang mencakup cicil emas dan gadai emas, tumbuh 78,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp22,9 triliun per Desember 2025.

Baca juga: BSI sandang status "persero", siap dukung langkah strategis pemerintah

Ia menjelaskan, produk cicil emas melonjak 101,23 persen yoy mencapai Rp12,89 triliun, sementara gadai emas tumbuh 56,05 persen yoy menjadi Rp10,02 triliun.

Ia menyampaikan, BSI juga mencatatkan volume penjualan emas mencapai 2,2 ton sepanjang tahun lalu. Perseroan kini tengah mengembangkan produk bulion baru berupa simpanan emas (gold deposit) yang direncanakan akan segera dirilis pada akhir Februari 2026.

“Untuk cicil emas dan gadai emas, Alhamdulillah, kami sekarang jumlah nasabahnya sudah ada 640 ribu. Sedangkan yang murni bulion, yaitu untuk produk titipan dan jual beli, kami sudah punya nasabah di angka di 530 ribu nasabah,” ujar Anton Sukarna.

Baca juga: BSI: Pembiayaan UMKM tumbuh solid, capai Rp51,78 T per November 2025

Baca juga: Kemendes gandeng BSI perkuat ekonomi dan pembangunan di desa

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |