Ekonom: Pembukaan lapangan pekerjaan bisa pengaruhi penjualan otomotif

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Ekonom Josua Pardede mengatakan bahwa pembukaan lapangan pekerjaan yang masif dapat memberikan dampak yang cukup potensial untuk pembelanjaan di sektor otomotif nasional.

“Makanya kembali lagi harus ada pembukaan lapang pekerjaan yang signifikan atau masif ya dari pemerintah. Agar pendapatan masyarakat ini bisa meningkat dengan signifikan,” kata Josua di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Jumat.

Penurunan daya beli masyarakat di sektor otomotif, dikatakan oleh ekonom Bank Permata itu disebabkan oleh banyaknya pekerja di sektor informal yang penerimaan atau pendapatan mereka terbilang tidak menentu.

Baca juga: Pakar: Tren mobil listrik sedikit kurang bergairah tahun depan

Baca juga: GJAW jadi momentum tepat belanja otomotif di akhir tahun

Dengan banyaknya pekerja di sektor informal, tentu memberikan dampak terhadap penjualan kendaraan di Indonesia yang menjadi kurang bergairah dan tidak pernah mencapai 1 juta unit seperti di tahun-tahun sebelumnya.

“Dari 2023-2025 penjualan mobil itu di bawah 1 juta unit. Normalnya kan kita pertumbuhan mobil itu selalu di atas 1 juta. Kalau kita melihat data-data makronya, memang daya beli menurun gara-gara misalkan itu bekerja di sektor informal sehingga penerimaan mereka atau pendapatannya tidak meningkat banyak,” ujar dia.

Oleh karena itu, ketika pemerintah membuka lapangan pekerjaan yang masif, otomatis mobilitas masyarakat akan semakin sibuk dan membutuhkan kendaraan operasional untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Jika merujuk pada data yang dibagikan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan kendaraan roda empat di Indonesia masih kurang bergairah, walau melampaui target dari Asosiasi tersebut yakni 803.687 unit untuk segmen wholesales (dari pabrik ke diler).

Sementara untuk penjualan ritel (dari diler ke konsumen), GAIKINDO mencatatkan penjualan sebanyak 833.692 unit mobil yang berhasil dikirim ke garasi konsumen.

Dengan demikian, Gaikindo berpendapat bahwa pada tahun ini pihaknya hanya mematok target sebanyak 850 ribu. Itu artinya, target yang dicanangkan pada tahun ini masih tidak jauh berbeda dengan yang ditargetkan pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Gaikindo patok target penjualan mobil 850 ribu unit pada 2026

Baca juga: Industri otomotif masih mendapat tekanan di tahun 2026

Baca juga: Toyota harap penjualan mobil nasional 2025 tembus 800 ribu unit

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |