Wamendagri ajak masyarakat kolaborasi wujudkan gerakan Indonesia ASRI

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui budaya bersih dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Wiyagus menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pengelolaan sampah nasional sekaligus membangun budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Gerakan nasional ASRI ini, fokus utamanya adalah yang pertama adalah pengelolaan sampah nasional,” kata Wiyagus dalam keterangan yang diterima di Jakarta, saat memberikan arahan pada acara Gerakan Indonesia ASRI di Anjungan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat.

Ia menjelaskan, berdasarkan data tahun 2025, masih terdapat sekitar 109 ribu ton sampah per hari yang belum terkelola dengan baik.

Karena itu, menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca juga: Kemendagri canangkan Satpol PP sebagai pelopor Gerakan Indonesia Asri

Wiyagus juga menekankan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menindaklanjuti arahan tersebut melalui Surat Edaran Nomor 600.11/889/SJ Tahun 2026.

Beleid itu bertujuan memperkuat tata kelola lingkungan, menanggulangi persoalan sampah secara terpadu, serta membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan semata, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Selain itu, penataan ruang publik juga menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan masyarakat dan sektor pariwisata daerah.

“Yang tadinya sampah ini tidak ada manfaatnya, tapi bisa dimanfaatkan melalui proses sehingga menjadi sumber energi, kemudian juga memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.

Baca juga: Menteri LH dorong Gerakan Indonesia Asri jadi rutinitas setiap pekan

Ia menambahkan, penataan ruang publik dapat dilakukan melalui penertiban spanduk, kabel listrik, hingga penataan taman kota dan ruang terbuka hijau agar kawasan perkotaan menjadi lebih tertib dan indah.

Sinergi

Wiyagus turut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah, termasuk masalah kebersihan lingkungan.

“Saat ini kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi adalah resep yang paling mujarab untuk menyelesaikan apa pun, termasuk masalah kebersihan,” tegasnya.

Wiyagus juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Kota Kendari yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Indonesia ASRI, 454 orang gotong royong bersihkan Sungai Tawang Mas

Ia menyebut keterlibatan masyarakat menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan.

Ia mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga kebersihan Teluk Kendari sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan indah.

“Mari kita sama-sama bersihkan Teluk Kota Kendari ini sebersih-bersihnya,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari, serta pejabat terkait lainnya.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |