Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog memperkuat stabilitas pangan nasional melalui optimalisasi cadangan pangan pemerintah (CPP) guna menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga beras serta mendukung penyerapan hasil panen petani di berbagai daerah.
"Bulog terus mengoptimalkan penyaluran cadangan pangan pemerintah sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ditemui di sela pemotongan hewan kurban di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan, pihaknya terus berupaya memastikan cadangan pangan pemerintah dapat disalurkan secara optimal kepada masyarakat.
Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan kemasan 5 kilogram yang dilakukan sepanjang tahun 2026.
Penyaluran beras program tersebut dilakukan dengan kualitas beras medium yang memiliki tingkat pecahan sekitar 25 persen serta kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah. Bahkan kini disiapkan kemasan 2 kg.
Beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).
Baca juga: Bulog siapkan kapasitas gudang 7 juta ton optimalkan penyerapan gabah
Baca juga: Dirut Bulog: Penyerapan gabah petani nyaris 3 juta ton setara beras
Adapun realisasi penyaluran beras SPHP hingga saat ini mencapai 221 ribu ton pada alokasi Januari hingga Maret 2026 dengan menggunakan kuota periode 2025.
Sementara itu, untuk periode 2026, penyaluran beras SPHP yang dimulai sejak bulan Maret hingga saat ini telah mencapai 280 ribu ton dari target sebanyak 828 ribu ton.
Selain menjaga stabilitas pangan nasional, Perum Bulog juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Penyaluran bantuan stimulus ekonomi dari pemerintah tersebut hingga kini masih terus berlangsung dengan alokasi Februari-Maret 2026 berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng bagi masyarakat penerima manfaat.
Bulog mencatat hingga 29 Mei 2026, realisasi bantuan pangan telah mencapai 47 persen dari target total 33,2 juta penerima bantuan pangan, dengan total bantuan yang telah disalurkan berupa beras sebanyak 308 ribu ton dan Minyakita 62 ribu ton.
Rizal menegaskan sisa alokasi bantuan pangan akan terus disalurkan secara bertahap sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Adapun pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah memperpanjang tenggat waktu penyaluran bantuan tersebut hingga Juni 2026.
Ia menekankan pentingnya cadangan pangan pemerintah baik untuk menjaga stabilitas di pasar maupun membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Karena itu, Bulog terus memperkuat koordinasi agar penyaluran berjalan dengan semestinya.
“Bulog terus berupaya mengoptimalkan penyaluran cadangan pangan pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ucap Rizal.
Selain beras, Bulog juga menyalurkan program SPHP jagung guna menjaga keseimbangan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir, termasuk mendukung keberlangsungan usaha para peternak mandiri.
Hingga akhir Mei 2026, lanjut Rizal, realisasi penyaluran SPHP jagung telah mencapai hampir 11 persen dari target sebanyak 213 ribu ton pada tahun 2026.
"Penyaluran beras SPHP, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, serta SPHP Jagung merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan nasional,” kata Rizal.
Adapun Bulog saat ini mengelola stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,3 juta ton hingga akhir Mei 2026 sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas pasokan nasional.
Selain menjaga stok nasional, Bulog juga terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani, yang saat ini telah mendekati 3 juta ton setara beras dari target 4 juta ton sepanjang 2026. Bulog menyerap gabah petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram (kg).
Realisasi penyerapan gabah petani tersebut telah mencapai 74 persen atau sekitar 2,96 juta ton guna memperkuat cadangan beras pemerintah nasional.
Baca juga: Bulog salurkan 65 ekor hewan kurban pada Idul Adha 1447 H
Baca juga: Bulog catat stok beras 5,36 juta ton, kapasitas simpan 6,2 juta ton
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































