Legislator: Pola tambal sulam dalam perbaikan jalan habiskan anggaran

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pola kerja tambal sulam dalam perbaikan jalan hanya akan menghabiskan anggaran tanpa hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat, kata Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsy.

"Masyarakat tidak butuh perbaikan yang hanya bertahan hitungan hari. Yang dibutuhkan adalah pekerjaan yang benar-benar tuntas, terintegrasi, dan memiliki kualitas," kata Nabilah di Jakarta, Jumat, menyikapi jalan amblas di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Dia pun melontarkan kritik terhadap penanganan infrastruktur di kawasan Lenteng Agung menyusul amblasnya badan jalan yang sebelumnya baru saja ditambal aspal oleh jajaran Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Ironisnya, sebelum dilakukan pengaspalan, lokasi tersebut juga telah dilakukan pengecekan saluran oleh pihak Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Kondisi itu dinilai menunjukkan lemahnya koordinasi teknis antarinstansi di lapangan.

"Kalau jalan yang baru diperbaiki kemudian kembali amblas, berarti ada persoalan serius dalam perencanaan dan pengawasan pekerjaan. Ini bukan sekadar soal tambal jalan, tetapi menyangkut kualitas kerja pemerintah," ujarnya.

Baca juga: Beton keropos disebut jadi penyebab jalan amblas di Lenteng Agung Raya

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta Selatan yang termasuk wilayah Lenteng Agung, Nabilah menegaskan kejadian tersebut tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa.

Dia menilai pekerjaan jalan dan saluran selama ini masih sering berjalan sendiri-sendiri tanpa sinkronisasi matang. Akibatnya, setelah satu dinas selesai bekerja, muncul persoalan baru yang justru membahayakan warga.

Ia meminta dilakukan audit teknis terhadap pekerjaan di lokasi tersebut, termasuk evaluasi terhadap kualitas pengerjaan, kondisi struktur tanah, hingga sistem drainase bawah jalan yang diduga belum tertangani optimal.

"Jangan sampai uang rakyat terus dipakai untuk memperbaiki titik yang sama berulang kali karena lemahnya koordinasi dan pengawasan," katanya.

Nabilah juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat sistem pengawasan proyek infrastruktur di lapangan agar pengerjaan tidak sekadar mengejar cepat selesai secara administratif, tetapi benar-benar berkualitas dan aman bagi masyarakat.

"Kita sedang bicara soal keselamatan warga dan kredibilitas pemerintah. Infrastruktur tidak boleh dikerjakan asal jadi," ucapnya.

Baca juga: Tangani jalan amblas di Lenteng Agung, SDA DKI pasang gorong-gorong

Baca juga: Kronologi jalan amblas di kawasan Raya Lenteng Agung

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |