Wagub NTT kenang pengabdian Wili Mbuik yang gugur di Papua

4 hours ago 3

Kupang (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma mengenang Wili Mbuik sebagai sosok muda yang gigih mengabdikan diri dalam pelayanan publik di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

"Wili Mbuik merupakan lulusan penerima beasiswa Bidikmisi Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis, Universitas Nusa Cendana (Undana). Ia lulus dengan predikat cum laude dan IPK 3,55 pada September 2023," kata Johni di Rote Ndao, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan Johni seusai menghadiri pemakaman Wili Mbuik, aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang meninggal saat menjalankan tugas di Papua Pegunungan.

Johni mengatakan setelah menyelesaikan pendidikan, Wili memilih mengabdikan diri sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Jayawijaya. Selama sekitar delapan bulan bertugas, Wili terlibat dalam pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah masa pengabdiannya, Wili juga tetap memberikan perhatian kepada keluarganya di Rote Ndao. Setiap bulan, ia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk dikirimkan kepada ayahnya, Daniel Mbuik, yang telah lanjut usia.

Menurut Johni, Wili bersama rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya mengalami serangan saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Nona Wili Mbuik dan tim dari Dinas Pertanian Jayawijaya berada di Distrik Muliama bukan untuk angkat senjata atau memicu perpecahan. Mereka datang membawa misi kemanusiaan, mengantar bantuan demi menunjang kesejahteraan dan kemandirian pangan masyarakat setempat," katanya.

Johni mengatakan pengabdian Wili menjadi gambaran keberanian generasi muda NTT yang memilih menggunakan pengetahuan dan tenaganya untuk kepentingan masyarakat.

"Ia gugur sebagai martir pelayanan publik, bertaruh nyawa demi memastikan hak-hak perut masyarakat pedalaman terpenuhi," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga Eran Sipa mengatakan keluarga akan mengenang Wili bukan hanya sebagai anak dan saudara, tetapi juga sebagai sosok yang meninggalkan jejak pengabdian bagi masyarakat.

"Hari ini, anak dan adik terkasih kami, Willy Mbuik, bagaikan sekuntum bunga yang layu, kering, dan tertiup angin. Ia tidak akan kembali lagi, tetapi keharuman nama dan pengabdiannya tetap mekar di tengah-tengah keluarga besar dan masyarakat Rote Ndao," ujar Eran.

Sebelumnya, Wili merupakan satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang meninggal dalam penembakan terhadap rombongan mereka di Distrik Muliama, Rabu (9/9).

Rombongan yang berjumlah 11 orang tersebut sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat ketika diserang kelompok bersenjata. Tiga orang meninggal dunia, sedangkan delapan anggota rombongan lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Selain Wili, dua korban meninggal lainnya adalah Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Aprida Rapi dan dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan.

Kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengungkap kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut dan memburu para pelaku.

Polisi juga menemukan tiga selongsong peluru di lokasi kejadian.

Baca juga: Tiga pegawai Pemkab Jayawijaya ditembak di Muliama

Baca juga: Mentan sampaikan duka cita atas insiden penembakan di Papua Pegunungan

Baca juga: Pemprov NTT kutuk keras penembakan oleh KKB terhadap dua warga NTT

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |