PBB (ANTARA) - Perwakilan tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Fu Cong pada Rabu (28/1) menyerukan upaya untuk mendorong gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng di Gaza.
Lebih dari tiga bulan telah berlalu sejak fase pertama perjanjian gencatan senjata di Gaza tercapai, namun, serangan militer masih terus berlangsung dan korban sipil terus bertambah. China menyerukan kepada semua pihak, khususnya Israel, untuk mematuhi sepenuhnya kesepakatan gencatan senjata dan berupaya mewujudkan gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng, kata Fu.
Situasi di Tepi Barat masih tegang setelah Israel terus memperluas permukiman dan menoleransi kekerasan yang dilakukan para pemukim. Israel harus segera menghentikan kegiatan pembangunan permukiman dan menindak kekerasan yang dilakukan para pemukim, kata Fu dalam debat terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai Timur Tengah, termasuk masalah Palestina.
"Sangat penting untuk meringankan penderitaan warga sipil dan memastikan akses kemanusiaan tanpa hambatan ke wilayah yang diduduki," kata Fu.
Situasi kemanusiaan di Gaza masih mengerikan. China mendesak Israel untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional, membuka semua perlintasan perbatasan, mencabut pembatasan akses kemanusiaan, dan menghentikan penindasan terhadap lembaga-lembaga kemanusiaan, kata Fu.
Baru-baru ini, kompleks kantor Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) di Yerusalem Timur dibongkar paksa. China menyatakan keprihatinan yang mendalam atas perkembangan ini.
Israel memiliki kewajiban untuk memastikan hak istimewa dan imunitas UNRWA serta operasional normalnya, kata dia. Fu juga mengungkapkan pengaturan pascakonflik di Gaza harus didorong secara hati-hati dan tertib sesuai dengan solusi dua negara.
"Gaza adalah tanah air rakyat Palestina, dan pengaturan pascakonfliknya sangat penting untuk penyelesaian politik masalah Palestina. Setiap pengaturan mengenai masa depan Gaza harus berpegang pada prinsip bahwa rakyat Palestina yang memerintah Palestina, menghormati kehendak rakyat Palestina, mengakomodasi kekhawatiran sah negara-negara Timur Tengah, dan sejalan dengan solusi dua negara," kata dia.
China akan terus mendukung peran utama Palestina dalam tata kelola pascakonflik di Gaza.
Mengingat DK PBB memikul tanggung jawab utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, maka DK PBB harus terus memantau dengan cermat situasi di Gaza dan pengaturan pascakonflik serta memainkan peran yang semestinya dalam hal ini, kata Fu.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































