Usaha naik, pelaku UMKM sambut baik pelaksanaan Bazar Rakyat Monas

1 month ago 8

Jakarta (ANTARA) - Kehadiran bazar rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas) mendapatkan sambutan hangat para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melaporkan peningkatan pendapatan dan momen spesial karena dapat berbagi kepada masyarakat dalam suasana Lebaran.

Dalam keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden diterima di Jakarta, Minggu, Fauzi, seorang pedagang bakso dari Jakarta Barat, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (28/3) itu.

"Bagaimana ya, luar biasa. Jarang-jarang ada seperti ini. Biasanya yang pesan ini dinas, tetapi baru kali ini untuk Pak Prabowo mah, good lah. Membantu sangat UMKM, sangat membantu," ujar Fauzi.

Ia mendapat pesanan menyiapkan bakso lebih dari 500 porsi untuk dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Menurutnya, kegiatan itu menjadi pengalaman yang jarang terjadi sekaligus sangat membantu pelaku UMKM.

Selain itu, Fauzi menjelaskan kondisi harga bahan baku selama momentum Lebaran tahun ini relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.

"Untuk bahan-bahan masih stabil. Belum ada kenaikan harga di Lebaran ini. Belum ada perubahan harga dari pasar," katanya.

Hal serupa disampaikan Megawati, pelaku UMKM rendang asal Jakarta Selatan yang turut ambil bagian dalam bazar tersebut.

Ia mengaku menerima pesanan sebanyak 500 paket nasi rendang, namun tetap bersemangat memenuhi permintaan tersebut meski di tengah keterbatasan waktu dan tantangan ketersediaan bahan baku.

Megawati juga menilai kegiatan bazar seperti ini sangat membantu pelaku UMKM, tidak hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga membuka peluang promosi produk. Ia mengharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan ke depan, termasuk dukungan permodalan bagi UMKM.

"Mudah-mudahan kita di dalam UMKM ini bisa dibantu dengan event-event seperti ini dan di event-event selanjutnya juga untuk permodalannya dibantu," jelas Megawati.

Sementara itu, Shela, pedagang pempek dari Bintaro, Jakarta Selatan, juga merasakan manfaat besar dari kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi keterlibatan UMKM dalam kegiatan yang diinisiasi oleh pemerintah tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk nyata perhatian terhadap pelaku usaha kecil.

"Sangat membantu sih buat saya, buat muter-muter modal lagi ya. Penambahan modal lagi," kata Shela.

Shela yang merasa mewakili para pelaku UMKM juga mengharapkan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Selain memberikan dampak ekonomi, bazar rakyat gratis dinilai menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri dengan semangat berbagi.

"Lebih merangkul kita lah UMKM yang kecil-kecil. Jangan hanya yang besar-besar aja. Kita butuh, kita belum punya nama besar seperti restoran-restoran besar, tetapi kita di rumah ini UMKM itu sih yang perlu dipeluk gitu. Ibaratnya, UMKM yang kecil-kecil seperti kita ini,” kata Shela.

Sebelumnya, telah diadakan bazar rakyat di kawasan Monumen Nasional Jakarta Pusat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (28/3).

Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, tujuan dari bazar rakyat itu menghadirkan makna yang lebih dalam yaitu kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam semangat berbagi.

Ribuan porsi makanan yang dibagikan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan dalam suasana Idul Fitri.

Baca juga: Seskab: Bazar Rakyat di Monas perpanjang kegembiraan Lebaran

Baca juga: Seskab: Bazar rakyat hidupkan ekonomi UMKM pascalebaran

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |