New York (ANTARA) - Tiga bulan setelah gencatan senjata di Jalur Gaza, kondisi kemanusiaan belum membaik secara signifikan dan masih jauh dari mampu memenuhi kebutuhan dasar penduduk, kata Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini.
Dia menegaskan bahwa arus bantuan tetap berada di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk menopang kehidupan warga yang terdampak perang.
Dalam pernyataan persnya pada Kamis mengenai perkembangan terbaru di Gaza, Lazzarini menyatakan bahwa bantuan yang masuk hingga kini belum sebanding dengan besarnya kebutuhan.
“Tiga bulan sejak gencatan senjata, bantuan masih tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya, seraya menekankan kesenjangan antara pasokan dan kondisi lapangan yang terus memburuk.
Ia menjelaskan bahwa meski bantuan pangan telah tiba, dukungan nonpangan masih sangat terbatas.
Warga, katanya, masih bertahan di antara puing-puing bangunan dengan tempat berlindung yang tidak aman. Banyak tenda bocor, tidak melindungi dari hujan dan angin, sementara keluarga kehilangan hampir seluruh kebutuhan dasar untuk hidup layak.
Cuaca dingin memperparah penderitaan penduduk yang telah kelelahan setelah perang selama dua tahun, ditandai kehancuran luas, korban jiwa, dan pengungsian paksa.
Lazzarini menegaskan kembali bahwa bantuan yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan minimum, baik dari sisi perlindungan, kesehatan, maupun layanan dasar lainnya.
Baca juga: OCHA: Krisis BBM, penutupan jalan hambat bantuan kemanusiaan di Gaza
Di tengah keterbatasan tersebut, pendidikan tetap menjadi prioritas. Lazzarini mencatat lebih dari 60.000 anak telah kembali mengikuti pembelajaran tatap muka, sementara lebih dari 280.000 anak lainnya menerima pendidikan jarak jauh.
Namun, ia menekankan capaian itu masih jauh dari cukup untuk menjamin hak belajar seluruh anak Gaza yang terdampak.
Lazzarini juga menyinggung krisis keuangan UNRWA, menyebut pembekuan pendanaan Amerika Serikat sejak Februari 2024 menyusul tuduhan terhadap sebagian staf telah memperparah keterbatasan operasional.
Selain itu, sejumlah kegiatan UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki terhenti sepenuhnya akibat undang-undang Israel dan penetapan wilayah tersebut sebagai bagian dari teritorinya.
Sumber: WAFA
Baca juga: Arab Saudi terus salurkan bantuan makanan untuk pengungsi di Gaza
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































