Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggandeng dua universitas besar di Indonesia untuk menciptakan beras granul superfood lokal guna mencegah stunting di provinsi berbasis kepulauan itu.
Rektor Undana Prof. Jefri S Bale di Kupang, Senin mengatakan dua universitas tersebut adalah Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
"Melalui kolaborasi riset strategic, Undana dan UB serta UMM berhasil mengembangkan inovasi pangan fungsional bernama 'Beras Granul'," katanya.
Dia menjelaskan beras Granul ini adalah sebuah "meal replacement" berbasis komoditas lokal yang padat nutrisi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk kelompok berisiko tinggi, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga remaja putri.
Baca juga: Asesor BAN-PT nilai keunggulan Peternakan lahan Kering prodi S3 Undana
"Beras Granul bukan sekadar alternatif nasi, melainkan paket lengkap gizi dalam satu butiran," ujarnya.
Dia menjelaskan inovasi ini mengintegrasikan bahan-bahan lokal NTT yang sebelumnya telah diriset oleh Prof. Intje Picauly, seperti tepung kelor (Moringa), jagung, ikan teri, dan gula lontar, yang kini diperkaya dengan sorgum.
Produk ini memiliki profil nutrisi yang luar biasa karena memiliki protein tinggi, dimana ada sinergi tepung ikan teri dan sorgum menyediakan asam amino esensial untuk perbaikan jaringan tubuh.
Kemudian kaya akan Mikronutrisi, dimana ada kandungan Vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan omega-3 yang tinggi sangat krusial dalam periode emas pertumbuhan anak (1.000 HPK).
Kemudian indeks Glikemik Rendah. Dimana penggunaan karbohidrat kompleks dari jagung dan sorgum memberikan energi berkelanjutan serta aman bagi kesehatan metabolisme.Selain itu juga bebas gluten dan menjadikannya pilihan sehat bagi individu dengan intoleransi gluten.
Perwakilan Tim Peneliti dari Undana Prof. Intje Pacauly mengatakan dalam kolaborasi ini Undana memegang peran strategis sebagai mitra pelaksana lapangan, penyedia data primer, serta co-designer program berbasis pangan lokal.
Baca juga: Undana-UMPSA Malaysia luncurkan program double degree pertama di NTT
Sementara itu, UB membawa keunggulan teknologi formulasi pangan fungsional (teknik granulasi) dan UMM mendukung dalam aspek hilirisasi dan edukasi gizi.
Dia mengatakan untuk memastikan produk ini diterima oleh masyarakat NTT, tim peneliti menerapkan pendekatan etnografi dan uji organoleptik lokal.
Hal ini dilakukan agar Beras Granul tidak dianggap sebagai “obat” asing, melainkan modifikasi makanan sehari-hari yang sesuai dengan lidah masyarakat setempat.
"Keberhasilan kolaborasi ini diproyeksikan memberikan dampak fundamental bagi NTT," tegasnya.
Baca juga: Undana dan Australia kerja sama lanjutkan AusiBanget Corner
Baca juga: Peneliti ungkap temuan isu lingkungan di perbatasan RI-Timor Leste
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































