Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi memperkuat kerja sama internasional dengan delegasi Kuwait di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama antara Indonesia dan Kuwait, khususnya dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan," kata Menteri PPPA dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Menurut dia, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Indonesia dan Kuwait.
Arifah Fauzi menekankan pentingnya penguatan pengasuhan dalam keluarga sebagai fondasi utama perlindungan anak.
Menurut Menteri PPPA, melemahnya pola asuh, pengaruh media sosial, serta berkurangnya interaksi sosial dapat berdampak signifikan terhadap kualitas tumbuh kembang anak.
Sementara di bidang pendidikan, Arifah Fauzi menyoroti peran strategis guru di daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan serta sarana dan prasarana.
Baca juga: GSI siap perkuat pemberdayaan ekonomi perempuan
Penguatan dukungan bagi tenaga pendidik dinilai penting untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.
Dalam kerja sama kedua pihak, dibahas juga potensi kolaborasi dalam penguatan kapasitas guru-guru madrasah di daerah terpencil, melalui dengan program percontohan untuk mendukung kesejahteraan guru serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
"Kalau boleh kita memulai proyek di daerah-daerah terpencil yang gurunya begitu bersemangat, meskipun dalam kondisi yang seadanya. Kita perlu memperkuat para guru ini agar bisa fokus mengajar," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada pendampingan anak-anak yang orang tuanya bekerja di luar negeri, serta penanganan anak dan perempuan di wilayah terdampak bencana melalui program trauma healing dan penguatan ekonomi perempuan.
Baca juga: Kanada luncurkan program pendanaan untuk pengusaha perempuan RI
"Satu lagi, mungkin kita bisa mulai di daerah bencana Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bagaimana kita memberikan trauma healing untuk anak-anak dan kemudian penguatan ekonomi kepada perempuan-perempuan. Aceh bisa kita jadikan prioritas karena mereka yang paling terdampak untuk bisa kita dukung untuk penguatan atau pemberdayaannya," kata Arifah Fauzi.
Sementara Direktur Jenderal International Islamic Charitable Organization (IICO) Kuwait, Badr Saud Al-Sumait, menyampaikan terdapat kesamaan fokus antara IICO dan KemenPPPA, khususnya dalam isu anak dan perempuan.
"Kami memiliki perhatian yang sama dengan KemenPPPA, salah satunya terkait pengaruh media sosial yang sangat nyata. Forum seperti ini membuka peluang kerja sama dalam aspek pendidikan maupun ekonomi yang fokusnya untuk anak-anak dan perempuan,” ujar Badr Saud Al-Sumait.
Baca juga: Menteri Arifah temui dua anak perempuan korban TPPO di Medan
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































