Undana-Bappenas jajaki pengembangan ekosistem sapi potong di NTT

1 week ago 9
Komoditas sapi potong merupakan sektor fundamental bagi ketahanan pangan dan ekonomi NTT

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) jajaki kerja sama pengembangan ekosistem sapi potong berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur (NTT) guna memperkuat sektor peternakan.

Wakil Rektor I sekaligus Pelaksana Tugas Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Undana Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, di Kupang, Rabu mengatakan komoditas sapi potong memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat NTT.

"Komoditas sapi potong merupakan sektor fundamental bagi ketahanan pangan dan ekonomi NTT. Undana berkomitmen menggerakkan seluruh potensi akademik yang dimiliki untuk mendukung pengembangan sektor ini," katanya.

Menurut dia, Undana memiliki ekosistem pendidikan dan riset peternakan yang lengkap mulai dari jenjang sarjana hingga doktor sehingga dapat berkontribusi dalam penguatan sektor peternakan daerah.

Wakil Dekan I Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana Dr. Franchy Cristian Liufeto menjelaskan fakultas tersebut memiliki berbagai fasilitas laboratorium yang dapat mendukung pengembangan industri sapi potong.

"Kami memiliki fasilitas laboratorium lapangan, pengujian daging ternak, reproduksi, hingga laboratorium kimia pakan. Saat ini FPKP Undana juga sedang fokus mengembangkan inovasi perbaikan genetika sapi lokal melalui program inseminasi buatan untuk meningkatkan kualitas sapi potong di NTT," katanya.

Baca juga: Populasi Induk Hambat Perkembangan Sapi NTT

Baca juga: Kementrans sediakan lahan peternakan sapi untuk investor Brasil di NTT

Di sisi lain, Direktur Pengembangan UMKM dan Koperasi Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto mengapresiasi inisiatif Undana dalam mengawal keberlanjutan program pengembangan peternakan tersebut.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2026 belum tersedia alokasi dana khusus untuk program tersebut karena adanya efisiensi anggaran dan penyesuaian prioritas pembangunan nasional.

Sebagai alternatif, Bappenas mendorong penguatan kolaborasi melalui mekanisme usulan strategis kepada pimpinan kementerian. Sejumlah agenda yang dibahas dalam rencana kerja sama itu antara lain penguatan kapasitas kelembagaan peternak rakyat, replikasi model kemitraan, hingga penyusunan naskah akademik rekomendasi kebijakan.

Kedua pihak juga sepakat menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui pertemuan antara Rektor Undana dan Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam waktu dekat guna membahas peluang kerja sama yang lebih luas.

Undana saat ini sedang menyiapkan proposal rencana kerja dan surat audiensi, sedangkan Bappenas akan memberikan pendampingan dalam penyusunan dokumen nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar hukum kerja sama.

Baca juga: Wamen Investasi: Ekosistem peternakan sapi bisa menekan impor

Baca juga: Disnak: 66.163 ekor sapi dikirim keluar NTT selama 2023

Pengembangan ekosistem sapi potong berkelanjutan itu dinilai penting mengingat NTT merupakan salah satu sentra ternak sapi nasional.

Kolaborasi antara dukungan riset perguruan tinggi dan perencanaan pembangunan nasional diharapkan dapat memperkuat pasokan daging dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di daerah tersebut.

Tenggara Timur (NTT) biasa mendistribusikan sekitar 60.000 hingga 75.000 ekor sapi setiap tahunnya ke sejumlah daerah yang didominasi oleh sapi potong jenis Sapi Bali.

Daerah tujuan distribusi yaitu untuk Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera.

Secara historis, volume pengiriman ternak sapi dari NTT menunjukkan angka yang konsisten dan menjadi salah satu tulang punggung pasokan daging nasional.

Sekitar 90 persen di antaranya bersumber dari peternakan rakyat yang tersebar di Pulau Timor dan pulau lainnya, yang meliputi Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, Belu, Sumba Timur, dan sebagian Flores.

Baca juga: Penerapan teknologi inseminasi buatan hasilkan 23.203 ekor sapi di NTT

Baca juga: NTT kirim 21.118 ekor sapi untuk penuhi kebutuhan Idul Adha

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |