Moskow (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa menepis laporan Bloomberg mengenai kemampuan pertahanan udara negara tersebut yang menipis akibat menangkal serangan Iran.
“Kementerian Luar Negeri dengan tegas menolak klaim palsu dan menyesatkan yang dipublikasikan oleh Bloomberg terkait kemampuan pertahanan canggih Uni Emirat Arab,” demikian pernyataan kementerian tersebut.
Sumber-sumber mengatakan kepada Bloomberg bahwa UEA telah meminta sekutunya untuk menyediakan rudal jarak menengah bagi sistem pertahanan udaranya, sementara Qatar disebut meminta bantuan untuk menangkal serangan drone.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa persediaan rudal Patriot milik Qatar akan bertahan selama empat hari pada tingkat penggunaan saat ini.
“UEA memiliki sistem pertahanan udara yang beragam, terintegrasi, dan berlapis-lapis yang mampu menangkal berbagai spektrum penuh ancaman udara dengan efisiensi tinggi. Sistem jarak jauh, menengah, dan pendek ini memberikan perlindungan menyeluruh terhadap wilayah udara negara,” tambah pernyataan tersebut.
Kementerian itu juga menyatakan bahwa UEA mempertahankan cadangan amunisi strategis yang signifikan, sehingga memastikan “kemampuan cegat dan respons yang berkelanjutan dalam jangka waktu lama, sekaligus mempertahankan kesiapan operasional penuh untuk melindungi keamanan dan kedaulatan nasional.”
Pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel serta pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Media: Iran serang 6 pangkalan militer AS di kawasan Teluk
Baca juga: Inggris izinkan AS gunakan pangkalan militernya untuk serang Iran
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































