Ubed belajar banyak dari pertemuan melawan para unggulan

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putra Indonesia Mohammad Zaki "Ubed" Ubaidillah mengaku mendapat banyak pelajaran berharga setelah kembali melawan pemain unggulan pada babak awal BWF World Tour Super 300 Orleans Masters 2026.

Ubed harus mengakhiri langkahnya di babak awal setelah kalah dari unggulan keenam asal Jepang Yushi Tanaka dua gim langsung 15-21, 11-21 di Palais des Sports, Orléans, Prancis, Rabu (18/3) waktu setempat.

“Pada dua turnamen (ditambah Swiss Open-red), saya selalu bertemu unggulan di babak awal dan itu menjadi pengalaman yang bagus. Saya jadi bisa mengukur kemampuan saya,” kata Ubed, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Leo/Bagas evaluasi kontrol permainan usai lolos ke perempat final

Baca juga: Ginting jumpa rival lama Chou Tien Chen di 16 besar Orleans Masters

Sebelum di Orleans Masters, langkah Ubed juga terhenti di babak pertama Super 300 Swiss Open setelah kalah dari Li Shi Feng yang berstatus unggulan pertama dengan skor 22-24, 21-16, 16-21.

Menurut dia, pertandingan melawan pemain papan atas memberikan banyak pelajaran, terutama terkait tempo permainan dan variasi pukulan di level elite.

“Saya harus lebih keras lagi dalam latihan dan saya belajar banyak dari pertandingan ini,” ujar Ubed

Ubed melanjutkan, pada pertandingan melawan Tanaka, dia sebenarnya sudah berupaya mengimbangi permainan, namun kesulitan mengantisipasi pengembalian bola lawan yang dinilai sangat menyulitkan.

“Saya sudah berusaha mengadu permainan. Tapi dari awal saya sudah merasakan tidak enak dengan pengembalian bolanya. Saya coba mempercepat tempo tapi dia bisa memutusnya,” tutur Ubed.

Dia menambahkan variasi pola permainan lawan yang membuatnya kerap berada jauh dari posisi bola juga menjadi tantangan.

Selain itu, Ubed mengaku masih perlu meningkatkan adaptasi terhadap kondisi kok yang relatif cepat sehingga membutuhkan kontrol yang lebih baik.

“Saya juga belum sepenuhnya bisa beradaptasi dengan kondisi shuttlecock yang kencang dan sedikit sulit dikontrol,” ujarnya.

Meski hasil belum berpihak, Ubed mengaku pengalaman menghadapi para unggulan menjadi bagian penting dalam proses peningkatan performanya di level internasional.

Baca juga: Amri/Nita susul Dejan/Bernadine ke 16 besar Orleans Masters 2026

Baca juga: Amri/Nita susul Dejan/Bernadine ke 16 besar Orleans Masters 2026

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |