Tujuh narapidana Lapas Lombok Barat dapat remisi Hari Raya Waisak

2 hours ago 3

Mataram (ANTARA) - Sebanyak tujuh narapidana beragama Buddha yang menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mendapat remisi khusus Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).

Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat, M. Fadli di Mataram, Minggu, mengatakan pemberian remisi tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi sistem pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan dan reintegrasi sosial.

"Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga bentuk apresiasi negara terhadap perubahan perilaku dan kesungguhan warga binaan dalam menjalani proses pembinaan," kata Fadli.

Ia pun berharap pemberian remisi ini dapat menjadi motivasi bagi narapidana lainnya untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas II A Lombok Barat, Guntur Ilman Putra menjelaskan seluruh narapidana penerima memperoleh remisi khusus kategori sebagian (RK-I) dengan besaran pengurangan masa pidana antara satu hingga dua bulan.

"Jadi, mereka tetap menjalani sisa masa pidana sesuai putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap," katanya.

Guntur menjelaskan pemberian remisi tersebut berjalan sesuai prosedur, dengan memastikan seluruh penerima telah memenuhi syarat administratif dan substantif yang berlaku.

"Dan remisi pada momentum Hari Raya Waisak ini merupakan bentuk penghargaan negara atas komitmen warga binaan (narapidana) mengikuti program pembinaan secara sungguh-sungguh. Itu adalah salah satu pemenuhan syarat," ucap dia.

Syarat lain, kata dia, narapidana yang mendapatkan remisi telah menjalani masa pidana paling sedikit enam bulan, berkelakuan baik, tidak melakukan pelanggaran disiplin, serta aktif mengikuti program pembinaan.

Selain itu, proses pengusulan remisi dilakukan melalui sistem penilaian pembinaan narapidana (SPPN) disertai pengawasan wali pemasyarakatan dan asesmen risiko oleh asesor.

Baca juga: Peringatan Waisak, Menag ajak umat perkuat kebajikan

Baca juga: Pemerintah ingin tunjukkan citra Jakarta sebagai kota terbuka

Baca juga: Wamenekraf: Waisak mampu gerakkan sektor ekonomi kreatif

Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |