Jalahoaks DKI raih predikat "Champion Project WSIS Prizes 2026"

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Program Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) yang dikelola Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta meraih predikat "Champion Project" dalam ajang internasional bergengsi "World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes" 2026.

Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa proses seleksi WSIS Prizes berlangsung secara bertahap dan ketat, mulai dari pengajuan proyek, tahap nominasi, pemungutan suara publik (public voting), hingga penilaian akhir oleh tim ahli WSIS.

​"Setelah tahap submit project, peserta yang lolos masuk nominasi akan mengikuti public voting. Hasil voting masyarakat kemudian di-review oleh tim WSIS. Dari proses itu dipilih proyek-proyek yang menjadi champion project," ujar Budi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.

​Budi menyampaikan bahwa pencapaian tahun ini merupakan lompatan besar bagi Jalahoaks karena dalam dua tahun terakhir program penangkal disinformasi ini hanya mampu menembus tahap nominasi dan belum berhasil masuk ke jajaran "champion project".

​"Tahun ini untuk pertama kalinya Jalahoaks berhasil masuk sebagai champion project," katanya menambahkan.

​Menurut Budi, keberhasilan ini tidak terlepas dari pengembangan berbagai program literasi digital yang dilakukan secara berkelanjutan di Jakarta. Penilaian tim WSIS tidak hanya menitikberatkan pada upaya klarifikasi informasi hoaks semata, melainkan juga kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

​"Yang dilihat oleh WSIS bukan hanya proses mengklarifikasi hoaks, tetapi bagaimana sebuah inisiatif mampu meningkatkan awareness dan literasi digital masyarakat. Jalahoaks aktif menggelar kegiatan literasi digital, membuat berbagai konten edukatif di media sosial, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya hoaks," jelas Budi.

​Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah pusat, di mana Pemprov DKI Jakarta mendapatkan pendampingan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui program Siberkreasi. Komdigi RI secara konsisten melakukan monitoring dan memberikan masukan pembinaan terhadap proyek yang berlaga di WSIS.

"Keberhasilan Jalahoaks menjadi Champion Project WSIS Prizes 2026 sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan ekosistem informasi digital yang sehat, terpercaya, dan berorientasi pada peningkatan literasi digital masyarakat," kata Budi.

​Berdasarkan data penyelenggara, WSIS Prizes 2026 menerima sebanyak 1.595 usulan (submission) dari seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 360 proyek lolos sebagai nominasi, yang kemudian mengerucut menjadi 90 "champion project".

​Indonesia sendiri meloloskan tiga proyek dalam daftar "champion project" tahun ini. Selain Jalahoaks dari Pemprov DKI Jakarta, dua proyek lainnya berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

​Pada ajang ini, Jalahoaks berkompetisi pada kategori Ethical Dimensions of the Information Society dan bersaing ketat dengan empat proyek lain dari berbagai negara.

​Selanjutnya, seluruh peraih champion project akan diundang untuk menghadiri rangkaian WSIS Forum 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–10 Juli 2026 di Jenewa, Swiss. Dalam forum tatap muka tersebut, panitia akan mengumumkan 18 proyek terbaik sebagai pemenang utama (winners) yang mewakili masing-masing kategori.

Baca juga: Mencegah berita hoaks melalui literasi

Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat literasi digital hadapi hoaks di era AI

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |