Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (23/7) mengakui bahwa Iran masih mempertahankan kemampuan militer meskipun telah menjadi sasaran serangan Amerika Serikat.
"Mereka (Iran) tangguh, dan mereka cerdas, serta mereka masih memiliki sebagian kemampuan," kata Trump kepada Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (Environmental Protection Agency/EPA).
Namun, Trump menolak laporan sejumlah media Amerika Serikat yang menyebut Teheran kini berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan kondisi empat bulan lalu.
Ia menambahkan bahwa, menurut pandangannya, situasi bagi Amerika Serikat berkembang lebih baik daripada yang diperkirakan siapa pun.
Pada malam menuju 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani sebuah memorandum yang mengatur penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Namun, sejak 8 Juli, Amerika Serikat telah melancarkan sejumlah rangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa serangan itu merupakan respons terhadap tindakan Iran kepada kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Trump mengatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sudah tidak berlaku lagi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: PBB kecam kembalinya konflik AS-Iran, desak dialog
Baca juga: AS tuntaskan serangan ke Iran selama 12 malam berturut-turut
Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































