Xpeng tarik 33.473 unit X9 akibat gangguan suspensi udara

1 day ago 7

China (ANTARA) - Xpeng mengajukan rencana penarikan kembali (recall) kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (State Administration for Market Regulation/SAMR) guna mengatasi cacat kritis pada sistem suspensi udara di MPV andalannya, X9.

Berdasarkan pemberitahuan penarikan kembali perusahaan yang dikutip warta otomotif lokal Carnewschina, Jumat (24/7) waktu setempat, perusahaan akan menarik sebanyak 33.473 unit Xpeng X9 yang diproduksi antara 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025. Program penarikan kembali tersebut dijadwalkan mulai berlaku secara resmi pada 28 Agustus 2026.

Penarikan kembali dilakukan akibat variasi dalam proses produksi yang memengaruhi kedap udara pada pegas udara (air spring) depan. Xpeng memperingatkan bahwa penggunaan dalam jangka panjang di lingkungan dengan suhu dan kelembapan tinggi dapat menyebabkan kebocoran udara secara perlahan pada suspensi udara depan.

Baca juga: Ford tarik 380 ribu SUV akibat masalah pada bangku baris kedua

Kerusakan tersebut umumnya akan memicu lampu peringatan dan notifikasi teks pada panel instrumen. Dalam kasus yang lebih parah, kebocoran itu dapat memengaruhi pengendalian kendaraan sehingga menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan bagi pengemudi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Zhaoqing Xpeng New Energy Investment Co., Ltd. akan mengganti secara gratis unit front air spring slide pillar assembly versi terbaru pada seluruh kendaraan yang terdampak. Kendaraan yang sebelumnya telah dipasangi komponen terbaru sebelum program penarikan kembali tidak perlu menjalani perbaikan lagi.

Penarikan kembali ini menyusul gelombang keluhan dari pemilik kendaraan, terutama di wilayah seperti Chongqing, China, ketika gelombang panas ekstrem bertepatan dengan laporan mengenai sasis kendaraan yang tiba-tiba amblas.

Baca juga: BMW tarik 10 ribu unit lebih kendaraan akibat masalah kelistrikan

Beberapa pemilik melaporkan bahwa sasis kendaraan dapat amblas di salah satu sisi atau bahkan seluruhnya saat kendaraan sedang melaju.

Dalam tanggapan sebelumnya terhadap masalah tersebut, layanan pelanggan Xpeng menyebut sebagian peringatan itu disebabkan oleh mode "perlindungan termal" (thermal protection), dengan penjelasan bahwa penyesuaian tinggi kendaraan yang terlalu sering pada suhu tinggi dapat menyebabkan kompresor mengalami panas berlebih.

Namun, melalui program penarikan kembali ini, Xpeng secara resmi mengakui adanya cacat pada komponen perangkat keras yang berkaitan dengan kedap udara, bukan semata-mata akibat sistem perlindungan termal.

Baca juga: Volvo mulai perbaiki EX30 yang terdampak risiko kebakaran di Australia

Xpeng X9, yang dipasarkan sebagai "kendaraan tujuh penumpang berukuran besar ultra-pintar", mulai dipasarkan di China pada Januari 2024 dengan kisaran harga 359.800 yuan (Rp952,2 juta) hingga 419.800 yuan (Rp1,1 miliar). Model ini tersedia dalam versi listrik murni maupun extended-range electric vehicle (EREV). Sepanjang semester pertama 2026, penjualan kumulatif X9 tercatat mencapai 13.324 unit.

Di Indonesia, mobil listrik besar ini dilego kisaran harga Rp1,1 - Rp1,25 miliar. Belum diketahui apakah recall ini berdampak pada unit di Indonesia, namun, diketahui X9 yang dipasarkan di Indonesia bukan impor dari China, melainkan sudah berstatus CKD (Completely Knocked Down) atau dirakit secara lokal. Mobil listrik ini diproduksi di fasilitas perakitan dalam negeri bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat.

Baca juga: Hyundai tarik 1.083 unit Palisade akibat masalah sabuk pengaman

Baca juga: Honda recall 880 ribu kendaraan karena masalah korosi pada rangka

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |