Tren minat wisata saat ini inginkan pengalaman dengan perspektif baru

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Agen perjalanan Golden Rama Tours & Travel mengatakan bahwa tren minat wisatawan saat ini adalah menghadirkan pengalaman cerita dengan perspektif baru.

"Wisatawan saat ini tidak lagi mencari perjalanan yang seragam, namun menginginkan pengalaman yang relevan secara personal, menghadirkan cerita dan memberi perspektif baru," ujar General Manager Communications and CRM Golden Rama Tours & Travel Ricky Hilton dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Tren ini menurutnya sejalan dengan temuan dari Mastercard Economics Institute dalam laporan Travel Trends 2025 yang mencatat bahwa wisatawan asal Asia Pasifik berkeinginan untuk menjelajah destinasi non mainstream, termasuk Asia Tengah dan Asia Selatan sebagai alternatif dari destinasi global yang sudah jenuh.

Berdasarkan rute yang dikembangkan pihaknya, rute Asia Tengah memiliki karakter empat musim, bentang alam ekstrem, serta kekayaan budaya dan spiritualitas yang kuat yang menghadirkan pengalaman kuat. Salah satunya adalah Pakistan yang menjadi salah satu destinasi utama di Asia Selatan, menawarkan kombinasi alam pegunungan yang megah, sejarah peradaban yang panjang, serta pengalaman perjalanan yang masih relatif belum banyak dijelajahi wisatawan Indonesia.

Baca juga: Golden Rama ungkap tren terbaru minat wisatawan asal Indonesia

Salah satu destinasi unggulan adalah Sarfaranga Cold Desert, sebuah gurun pasir bersuhu sejuk yang terletak di kaki pegunungan bersalju kawasan Skardu. Lanskap kontras antara hamparan pasir, pegunungan es, dan langit terbuka menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan jarang ditemui di destinasi lain.

Selain Pakistan, pihaknya juga menghadirkan rangkaian destinasi ikonik Asia Selatan yang dirancang bagi wisatawan yang mencari kedalaman pengalaman, bukan sekadar kunjungan singkat.

Di Nepal, perjalanan membawa wisatawan menuju Swayambhunath Stupa, situs warisan dunia UNESCO yang berdiri di atas bukit dan menghadap langsung ke Lembah Kathmandu. Destinasi ini menjadi simbol spiritual sekaligus titik temu antara tradisi, kehidupan urban, dan lanskap alam.

Dari puncaknya, wisatawan dapat menyaksikan denyut kota dari kejauhan sambil merasakan atmosfer kontemplatif yang menjadikan Nepal sebagai tujuan ideal bagi mereka yang mencari keseimbangan antara eksplorasi budaya dan perjalanan batin.

Sementara itu, Bhutan menawarkan pengalaman yang lebih hening dan reflektif melalui Taktsang Monastery (Tiger’s Nest), biara legendaris yang menempel di tebing setinggi sekitar 900 meter di atas Lembah Paro.

Perjalanan menuju biara ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan proses refleksi yang mencerminkan filosofi Bhutan tentang kebahagiaan, kesederhanaan, dan harmoni dengan alam.

Di India bagian utara, Leh Ladakh, Golden Rama menyoroti Pangong Lake, danau air asin tertinggi di dunia yang berada di ketinggian ekstrem. Terkenal dengan perubahan warna airnya yang dramatis mengikuti pergerakan cahaya matahari.

Baca juga: Asita siap kenalkan wisata petualangan dalam DXI 2025

Baca juga: Wisatawan Indonesia sadar pentingnya cari pengalaman di tempat wisata

Baca juga: Masyarakat Indonesia gemar liburan singkat dan lebih akrab

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |