Kemenperin ungkap industri minuman alkohol berperan bagi ekonomi

2 hours ago 1
...Keragaman minuman beralkohol tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan budaya dan warisan lokal yang tidak ternilai

Badung (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa industri minuman beralkohol faktanya ikut berperan bagi ekonomi Indonesia.

“Industri minuman beralkohol turut berperan dalam perekonomian nasional khususnya terhadap penerimaan negara melalui kontribusi cukai dan devisa hasil ekspor,” kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika.

Putu Juli dalam peringatan Hari Arak Bali Ke-6 di Kabupaten Badung, Kamis, menyebut produk minuman beralkohol dalam negeri memberi kontribusi cukai mencapai Rp8,92 triliun sepanjang 2025.

Ditambah Rp361 miliar untuk minuman beralkohol produksi impor, sehingga total penerimaan mencapai Rp9,28 triliun.

“Jumlah cukai 2025 untuk produksi dalam negeri bahkan meningkat 0,73 persen dibandingkan 2024,” ucap Dirjen Industri Agro.

Jika dilihat dari sisi ekspor, komoditas minuman beralkohol juga turut berkontribusi, dimana pada Januari-November 2025 tercatat sebesar Rp15,75 juta dolar AS nilai ekspornya.

Baca juga: Kemenperin hadiahkan izin usaha arak Bali ke pemprov

“Ekspor terbesar selama periode tersebut adalah untuk jenis minuman beralkohol golongan C, salah satunya arak Bali dengan negara tujuan yaitu Thailand, Tiongkok, Belanda, dan Uni Emirat Arab,” ujar Putu Juli.

Kemenperin menegaskan angka ini menunjukkan bahwa permintaan untuk produk minuman beralkohol yang diproduksi Indonesia terus bertumbuh.

Ini juga penanda iklim usaha industri di Indonesia mendukung untuk menjadikan basis produksi minuman beralkohol berorientasi ekspor.

Putu Juli melihat berkembangnya industri minuman beralkohol tak lepas dari kearifan lokal tiap daerah di Indonesia.

Selain arak Bali yang terkenal dari Pulau Dewata, Sumatera Utara juga memiliki tuak, Nias memiliki tuo nifaro, Jawa Timur memiliki legen, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki sopi, dan Papua memiliki swansrai.

Kemenperin melihat karakteristik tiap daerah mencerminkan kearifan lokal yang tidak lepas dari kegiatan upacara adat, ritual keagamaan, dan simbol kebersamaan.

Baca juga: Gubernur Bali ungkap arak Buleleng tembus pasar ekspor ke China

“Keragaman minuman beralkohol tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan budaya dan warisan lokal yang tidak ternilai, serta menjadi keunggulan yang tidak dimiliki oleh negara lain,” kata Putu Juli.

Yang lebih menguntungkannya lagi, industri minuman beralkohol di Indonesia didukung kekayaan alam yang indah sehingga mampu menarik wisatawan untuk datang menikmati.

Sebagai contoh Bali, dimana 45 persen dari total wisman yang masuk Indonesia turun disini.

Pemerintah melihat ini merupakan potensi untuk produsen minuman beralkohol arak Bali dapat semakin memperkenalkan produknya.

“Ini untuk kebutuhan sektor wisata serta sebagai salah satu upaya untuk mendukung visi misi ekspor minuman beralkohol ke luar negeri, serta menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali,” ujar Putu Juli.

Baca juga: Antara kopra dan sopi di Negeri Nuruwe

Untuk diketahui, catatan Kemenperin menyebut industri minuman beralkohol merupakan bagian dari industri makanan dan minuman yang produksinya dikendalikan dan diawasi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 74 tahun 2013 dan merupakan bidang usaha tertutup sesuai Peraturan Presiden Nomor 49 tahun 2019.

Melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 17 tahun 2019, Kementerian Perindustrian berperan dalam mengendalikan dan pengawasan terhadap produksi dan mutu minuman beralkohol agar produk minuman beralkohol yang diproduksi serta beredar di masyarakat mempunyai kualitas yang memiliki standar serta aman di konsumsi.

Baca juga: Sopiku sayang sopiku malang

Baca juga: BPNB : Sopi warisan budaya yang harus dilestarikan

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |