Tokyo (ANTARA) - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) belum mencapai konsensus untuk mendukung pemilihan umum Myanmar baru-baru ini, yang mengecualikan kelompok-kelompok pro-demokrasi, kata diplomat tinggi Filipina, Kamis, usai memimpin pertemuan blok tersebut.
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro mengatakan beberapa anggota ASEAN sedang "meneliti hasil" pemilihan tersebut, tetapi "sejauh pandangan kolektif ASEAN, belum ada dukungan pada saat ini".
Myanmar tetap menjadi salah satu dari 11 negara anggota ASEAN, bahkan pascakudeta militer pada 2021 yang menggulingkan dan memenjarakan pemimpin sipil terpilih Aung San Suu Kyi. Akan tetapi, ASEAN menolak untuk mengakui junta militer negara tersebut.
Myanmar mengelar pemilihan tiga tahap sejak akhir Desember hingga Minggu, menjadi yang pertama sejak kudeta militer.
Partai dukungan junta militer mengklaim kemenangan atas pemilu di negara tersebut dan pemerintahan baru rencananya mulai menjabat pada April mendatang.
Selama Pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN pada Kamis, pertemuan pertama di bawah kepemimpinan Filipina, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Myanmar menggambarkan pemilihan tersebut "sangat damai" dengan "sejumlah besar orang" berpartisipasi, kata Lazaro saat konferensi pers.
Dengan konsensus, ASEAN dapat mengubah pendiriannya tentang proses pemilihan di Myanmar, katanya. Ia mencatat bahwa situasi di sana "berkembang", seperti dinamika geopolitik di kawasan tersebut.
"Kami lebih suka Myanmar tetap bersama ASEAN. Namun, harus ada progres tertentu dalam situasi saat ini," katanya.
Terkait usulan Kode Etik tentang Laut China Selatan untuk mengurusi ketegangan di perairan sengketa, Lazaro mengatakan pertemuan tatap muka bulanan sedang direncanakan sejalan dengan target Filipina untuk menyelesaikan negosiasi tahun ini.
Filipina dan China, yang memiliki klaim tumpang tindih di Laut China Selatan, kerap berhadapan di laut, dengan Beijing terus menolak keputusan arbitrase 2016 yang membatalkan dasar klaim mereka.
Negara-negara anggota ASEAN yakni, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam juga mengklaim sebagian wilayah laut tersebut, begitu juga dengan Taiwan.
ASEAN sendiri juga mencakup Kamboja, Timor Timur, Indonesia, Laos, Singapura, dan Thailand.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Indonesia siap fasilitasi dialog inklusif untuk Myanmar
Baca juga: Pemungutan suara fase terakhir pemilu Myanmar digelar di 63 kota
Baca juga: Myanmar rampungkan pemilu, junta tak pedulikan penolakan internasional
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































